Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan, Pertamina berencana membangun pabrik bioetanol di Jawa Barat yang akan menggunakan gula aren sebagai bahan baku utama.

Kendati demikian, Simon enggan membocorkan lebih jauh kapan pabrik ini akan dibangun

"Jawa Barat itu kemungkinan dengan aren ya, pokoknya semua potensi kita kejar terus. Nanti ketika udah ada tanggal pastinya, kita kabarin," ujar Simon kepada awak media saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin, 10 November.

Simon mengaku Pertamina juga telah melakukan serangkaian kajian mendalam terkait penggunaan gula aren sebagai bahan baku untuk produksi bioetanol.

Nantinya, kata dia, hasil dari pabrik ini akan digunakan sebagai campuran untuk bahan bakar Pertamax Green 95.

Asal tahu saja, saat ini Pertamax Green masih berada dalam tahap pilot project namun pengaplikasian gula aren sebagai bahan camopuran masih sangat memungkinkan.

"Kemarin masih tahap pilot ya, nanti kita coba. Tentunya kalau dari proyek-proyek yang sudah dikerjakan, pilot itu memang memungkinkan. Jadi bisa, bisa dari situ," jelas Simon.

Simon bilang, ke depanya Pertamina menekankan pada diversifikasi sumber energi, termasuk di dalamnya pemanfaatan bioetanol sebagai bahan campuran.

Ia juga mengakui jika proses transformasi ini tidak lepas dari beragam tantangan seperti biaya produksi pun akan ikut berbeda, yang juga akan memengaruhi harga jual.

"Tentunya kita bagaimanapun juga affordability is king. Jadi keterjangkauan itu yang paling utama. Jadi kita semua sama-sama mencari solusi agar supaya tetap terjangkau oleh masyarakat," ucap dia.

Dikatakan Simon, potensi gula aren di Indonesia memang besar di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan.

Untuk permulaan, Pertamina akan fokus memanfaatkan potensi yang sudah ada, khususnya di wilayah Jawa Barat.

"Jadi tentunya kalau untuk rencana memperluas skalanya, kita perlu penanaman juga di tempat lain. Tapi sekarang kita memanfaatkan yang sudah ada," tandas Simon.