JAKARTA - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Oktober 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2025 yang berada pada level optimis sebesar 121,2, atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,0.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menyampaikan meningkatnya tersebut bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang berada pada level optimis dan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
"Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 109,1 dan 133,4," tulisnya dalam keterangannya, dikutip pada Senin, 11 November.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Oktober 2025 meningkat untuk seluruh kelompok, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden pengeluaran lebih dari Rp5 juta (125,3), diikuti oleh responden pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta (120,4).
Sedangkan berdasarkan kelompok usia, IKK juga meningkat pada seluruh kelompok usia, dengan optimisme tertinggi pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 125,0.
Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Medan, Pontianak, dan Padang.
Adapun pada Oktober 2025, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 74,7 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 75,1 persen.
BACA JUGA:
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) sebesar 11,0 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 11,2 persen.
Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 14,3 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 13,7 persen.
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada sebagian kelompok pengeluaran yaitu kelompok Rp1-2 juta (76,5 persen), Rp3,1-4 juta (72,8 persen), dan lebih dari Rp5 juta (70,5 persen).
Sementara, porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada mayoritas kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok pengeluaran lebih dari Rp5 juta (16,5 persen).