JAKARTA - Indonesia memiliki tiga komoditas unggulan untuk diekspor, yakni besi dan baja, batu bara serta crude palm oil (CPO) dan turunannya. Dari ketiga komoditas tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor batu bara masih kontraksi pada September 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan, kinerja ekspor batu bara sejak Januari hingga September 2025 mencapai 17,94 miliar dolar AS. Angka itu turun 20,85 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 22,67 miliar dolar AS.
"Nilai ekspor batubara turun 20,85 persen secara kumulatif," ucap Pudji dalam Rilis BRS di Jakarta, Senin, 3 November.
Adapun dilihat dari volumenya, untuk ekspor batu bara sepanjang periode tersebut mencapai 285,23 juta ton atau turun secara kumulatif dari tahun lalu yang mencapai 299,41 juta ton.
Kemudian, nilai ekspor besi dan baja mencapai 21,01 miliar dolar AS atau naik 11,81 persen secara kumulatif dari tahun lalu yang mencapai 18,79 miliar dolar AS. Volume ekspornya pun meningkat 12,25 persen menjadi 17,32 juta ton.
BACA JUGA:
Terakhir, komoditas unggulan RI adalah crude palm oil (CPO) dan turunannya. Nilai ekspor komoditas itu mencapai 18,14 miliar dolar AS atau naik 32,40 persen secara kumulatif.
Berdasarkan volumenya, ekspor komoditas itu juga meningkat 11,62 persen dari periode sama tahun lalu yang mencapai 17,58 juta ton.
"Total ketiganya memberikan share sekitar 28,58 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari hingga September 2025," terang Pudji.