TOMOHON - Tak pernah terlintas dalam benak James Mogi, petani bunga krisan asal Kabupten Tomohon, akan meraup belasan juta dari hasil panennya. Kesuksesan pertanian hortikultura ini tak lepas dari peran PT PLN (Persero) yang memberikan bantuan melalui Program PLN Peduli.
Sambil menyalakan penerangan di screenhouse miliknya, James bercerita jika dirinya berhasil memanen kesuksesan setelah mendapat bantuan pada 2021 silam.
Berdiri di atas lahan seluas setengah hektar, kebun bunga krisan milik pria paruh baya ini membutuhkan penerangan maksimal selama 16 jam sehari. Untuk menerangi lahan yang luas, tentunya kebun bunga ini harus dialiri listrik dengan daya yang tidak sedikit.
"Berkat binaan dari PLN kami bisa memproduksi lebih baik karena listrik dari PLN. Karena pengaruh lampu terhadap bunga ini sangat menentukan produks," ujar James saat VOI mengunjungi kebun bunga krisannya di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.
James berkisah, sebelum mendapat bantuan dari PLN, dari 10.000 bibit yang ditanam, ia hanya bisa memanen 6.000 tangkai karena penerangan yang tidak memadai. Bukan tanpa sebab, saya listrik yang terpasang hanya sebesar 900 VA yang digunakan untuk penerangan rumah tangga dan untuk penerangan di screen house bunga krisan miliknya.
Tak hanya penerangan, daya listrik sekecil itu juga harus ia gunakan untuk menghidupkan pompa air yang akan mengaliri kebun bunga krisan.
"Selain untuk penerangan, ada rumah tangga. Dulu agak repot pakai di rumah dan pakai di screenhouse. Kemudian untuk penyiraman kita butuh listrik yang sangat baik karena kita memakai pompa air yang sangat besar," beber James.
Panenan James kemudian naik signifikan sejak PLN mulai menyalurkan bantuan PLN Peduli pada tahun 2021. Dari 10.000 bibit yang ditanam, james kini bisa memanen hampir 100 persen.
Tak tanggung-tanggung, James bahkan pernah melakukan ekspor bunga ke Singapura pada tahun 2022. Namun aktivitas ekspor bunga keisan ini harus dihentikan karena terbentur masalah kubikasi saat pengiriman bunga ke luar negeri. Kendati demikian James mengaku senang karena bunga hasil kebunnya di kota bunga ini berhasil memenuhi kualitas dan standar luar negeri.
"2021 dapat bantuan PLN Peduli, 2022 kita sempat ekspor sedikit ke Singapura. Tapi ada kendala sedikit maslah packing diperhitungan kubikasi. Namun bunga kita sudah bisa diterima di Singapura dengan kualitas terbaik," ucap James.
Kini, bunga hasil panen kebunnya hanya dipasarkan di dalam negeri. Pelanggan kini bisa langsung datang ke kebun dan memilih sendiri bunga yang diinginkan.
Dari bisnis ini, James mengaku dapat meraup Rp15 juta dalam sekali panen dengan perhitungan Rp3.750,00 per batang krisan.
"Per tangkai kena Rp3.750,00 kualitas A. Kalau saya tanam krisan di 1 unit greenhouse itu berarti Rp3.750 x 9000 batang," jelas dia.
Dengan daya listrik yang lebih baik, kini James tidak lagi khawatir akan kebutuhan listrik di rumahnya dan kebun krisan. Kini anak-anaknya tetap bisa belajar di malam hari tanpa harus khawatir mati lampu karena kekurangan daya saat harus menerangi kebun krisan.
"Sangat berterima kasih kepada PLN yang sudah memperhatikan. Anak-anak bisa belajar tanpa mati lampu," sambung James.
Bersumber Dari Pembangkit 'Hijau' Milik PLN
Manager Komunikasi & TJSL PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, Noven Koropit memastikan listrik yang memasok kebun bunga krisan milik James bersumber dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tonsealama, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong serta pembangkit bertenaga surya yang berada di Sulawesi Utara. Listrik yang terkoneksi dalam sistem ini kemudian dapat disalurkan kepada masyarakat, termasuk kebun bunga di Tomohon.
"Kebanyakan kami pembangkit EBT ya, karena kami di sini punya PLTP Lahendong, punya PLTA, dan punya juga tenaga Surya atau PLTS. Nah ini yang sangat membantu yang terkait sistem Sudutgo dan di dalamnya termasuk di kota Tomohon yang akhirnya membantu juga petani secara dalam hal produksi-produksi pertanian mereka," beber Noven.
Noven menambahkan, bantuan yang disalurkan PLN melaluo PLN Peduli antara lain peningkatan daya listrik secara gratis, berikut peralatan-peralatan yang mendukung seperti tangki fiber dan sebagainya.
Dikatakan Noven, bantuan ini penting diberikan mengingat bunga krisan membutuhkan cahaya lebih dan tidak cukup jika hanya bergantung pada sinar matahari.
"Jadi malam hari dengan adanya penerangan ini yang disuplai oleh listrik yang dari kota Tomohon ini secara handal, secara continue, sehingga penerangan ini, cahaya ini bisa membantu proses pertumbuhan dan bunga krisan ini, sehingga lebih cepat lagi," beber dia.
Selain ke kebun bunga, Noven mengaku PLN Sulutenggo juga aktif memberikan bantuan kepada pengusaha perkebunan sayur dan peternakan warga. Belum lama ini, ia menyebut pihaknya memberikan bantuan kepada pengusana ayam ras berupa peralatan listrik sehingga bisa meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat.
"Kami juga menyasar ke kelompok-kelompok yang secara pertanian, misalnya tadi peternakan ayam, yang memang membutuhkan listrik untuk meningkatkan produksi," tandas Noven.