Bagikan:

JAKARTA - Pusat Kajian ASEAN dan Daya Saing Politeknik Negeri Batam memberikan apresiasi atas capaian investasi Kota Batam yang mencapai Rp54,7 triliun hingga triwulan III tahun 2025.

Capaian ini dinilai menjadi bukti keberhasilan reformasi pelayanan investasi yang dijalankan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra.

Lembaga riset tersebut menilai, realisasi investasi yang tinggi menunjukkan Batam semakin kokoh sebagai salah satu kawasan ekonomi paling kompetitif di Indonesia, serta mampu menarik minat investor domestik maupun internasional.

“Realisasi investasi sebesar Rp54,7 triliun di triwulan ketiga 2025 bukan angka biasa. Ini adalah bukti konkret dari reformasi yang dijalankan BP Batam di bawah kepemimpinan Pak Amsakar dan Bu Claudia,” ujar Research Fellow Pusat Kajian ASEAN dan Daya Saing Politeknik Negeri Batam Billy Mambrasar dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober.

Billy menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari arah kebijakan BP Batam yang fokus pada kepastian berusaha, efektivitas koordinasi lintas lembaga, serta percepatan layanan investasi.

Sebagai lulusan Harvard University dan Australian National University (ANU), Billy yang juga dikenal sebagai konsultan bisnis menilai strategi BP Batam sudah sejalan dengan praktik terbaik (best practices) pengembangan kawasan ekonomi global.

“Langkah BP Batam melalui dashboard ‘Invest in Batam’, simplifikasi perizinan, serta peningkatan kualitas SDM industri lewat program Manajemen Talenta Batam (Mantab) menunjukkan visi jangka panjang yang matang. Ini model reformasi yang bisa direplikasi oleh kawasan ekonomi lain di Indonesia,” tambahnya.

Billy juga memberi apresiasi khusus kepada Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, atas peran pentingnya dalam merumuskan kebijakan investasi yang komprehensif dan berorientasi hasil.

“Kinerja Pak Fary Djemy Francis dalam memastikan realisasi investasi berjalan dengan data yang akurat dan pendekatan proaktif terhadap investor sangat signifikan. Ini menjadi salah satu faktor utama di balik meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, momentum positif tersebut dapat terus dijaga melalui sinergi lintas sektor dan penguatan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan institusi pendidikan.

“Dengan menjaga konsistensi dan memperkuat ekosistem investasi yang inklusif, Batam berpotensi menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia,” tutup Billy.