Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) periode Januari-September 2025 telah dinikmati sebanyak 135.482 RT. Adapun target BPBL 2025 dipatok sebesar 215.000 RT sampai akhir tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hampir seluruh warga desa di berbagai pelosok negeri kini telah menikmati kehadiran listrik. Menurutnya, pemerintah memperluas akses energi bagi seluruh masyarakat, khususnya yang bertempat tinggal di daerah terpencil, melalui program Lisdes dan BPBL

"Di desa-desa terpencil, cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi. Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan, namun meningkatkan pula akses pendidikan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat," ujar Bahlil, Rabu, 22 Oktober.

Lebih lanjut ia menambahkan jika saat ini Program Listrik Desa memperluas jangkauan hingga 10.068 lokasi, menghampiri lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru. Sementara itu, realisasi Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) periode 2024 telah diterima 155.429 rumah tangga

"Melalui program ini Pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mempercepat pemerataan energi, sebagai bagian dari keadilan dan kemandirian nasional," kata dia.

Bahlil menambahkan, rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,1 persen. Sisanya adalah yang paling sulit untuk dijangkau karena rumah tangganya tersebar di berbagai pulau terluar dan pedalaman.

"Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi. Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata," tandas Bahlil.