Bagikan:

JAKARTA - Modeling ekstensifikasi dan intensifikasi kawasan tambak garam menjadi salah satu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan swasembada garam pada 2027.

Dikutip dari akun Instagram resmi @kkpgoid, Sabtu, 18 Oktober 2025, setahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menargetkan Indonesia bisa swasembada garam pada 2027, baik itu garam konsumsi hingga garam industri.

"Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas garam nasional menuju swasembada garam ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah merancang modeling ekstensifikasi dan intensifikasi kawasan tambak garam di lima lokasi, yaitu Rote Ndao, Indramayu, Cirebon, Pati, dan Sabu Raijua," tulis akun tersebut.

Nantinya, pembangunan ekstensifikasi dan intensifikasi kawasan tambak garam dilakukan di atas lahan seluas 2.000 hektare (ha).

Sedikitnya, ada empat manfaat yang akan dihasilkan dari modeling ekstensifikasi dan intensifikasi kawasan tambak garam tersebut. Pertama, peningkatan produktivitas lahan garam melalui intensifikasi menjadi 150 ton/ha.

Kedua, peningkatan produktivitas lahan garam melalui ekstensifikasi menjadi 200 ton/ha/siklus. Ketiga, peningkatan kualitas kadar NaCi di atas 97 persen. Lalu, keempat ialah menciptakan penyerapan tenaga kerja 6.000 orang.

"Pembangunan modeling kawasan tambak garam ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian industri garam nasional," tuturnya.

Sebelumnya, PT Garam memperkuat kolaborasi dalam upaya mewujudkan kemandirian garam nasional melalui penandatanganan kesepakatan bersama tentang Pengembangan Lahan dan Industri Garam Nasional di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2025.

Kolaborasi itu dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama atau MoU antara PT Garam dengan beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di antaranya Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Timor Tengah Utara (TTU).

Selain itu, PT Garam juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan K-UTECH Salt Technology Germany.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono.

Kedua menteri hadir sebagai bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Pusat, Daerah dan BUMN dalam membangun industri garam nasional tangguh dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan upaya untuk mempercepat target tercapainya swasembada garam.

"Alhamdulillah, tadi kami sudah menandatangani MoU antara PT Garam dengan K-UTECH Germany. Kemudian dengan Bupati Rote, Sabu, Kupang, dan Bupati TTU disaksikan oleh Menteri Bappenas, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Gubernur NTT."

"Ini dalam rangka bagaimana kami mempercepat proses membangun industri garam bersama PT garam dengan bupati-bupati yang ada di masing-masing daerah di NTT tersebut."

"Sehingga, dukungan Pemerintah dalam hal ini dari Kementerian PPN/Bappenas dan KKP sangat kami perlukan dengan dibuktikan hari ini kami sudah menandatangani satu kerja sama untuk kemudian kami akan memulai implementasi menuju swasembada garam," ujar Abraham dalam akun Instagram resmi @ptgaramofficial, dikutip Rabu, 8 Oktober 2025.