Bagikan:

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Cilincing terus memperkuat layanan kepada peserta, dengan membuka booth khusus di PT Amos Indah Indonesia. Booth ini difokuskan pada pengenalan aplikasi Jaminan Sosial Mandiri (JMO), penyelesaian kendala data kepesertaan, serta edukasi mendalam mengenai program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman para tenaga kerja terhadap hak perlindungan sosial mereka. Menurut data terkini, sebanyak 92 persen tenaga kerja di PT Amos Indah Indonesia telah aktif menggunakan aplikasi JMO.

Aplikasi ini memungkinkan peserta untuk memantau kepesertaan, mengajukan klaim, dan mengakses informasi manfaat secara digital, sehingga mendukung efisiensi dan transparansi layanan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing, Rita Mariana, menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi dedikasi PT Amos Indah Indonesia dalam memastikan seluruh tenaga kerjanya terlindungi dengan optimal melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi contoh baik bagi perusahaan lain di wilayah Jakarta Utara untuk terus mendukung implementasi kepesertaan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Rita Mariana, Jumat, 17 Oktober.

Total 467 tenaga kerja di PT Amos Indah Indonesia telah terdaftar dan terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, mencakup jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Hal ini mencerminkan kepatuhan perusahaan terhadap UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, yang mewajibkan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja.

Selama periode Januari 2024 hingga Agustus 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat sebesar Rp3,1 miliar berupa manfaat JHT dan JKK kepada para tenaga kerja PT Amos Indah Indonesia.

"Pembayaran manfaat ini menunjukkan komitmen kami dalam memberikan perlindungan nyata. Kami mendorong lebih banyak perusahaan untuk memanfaatkan JMO agar proses klaim semakin cepat dan mudah, sehingga tenaga kerja dapat fokus pada produktivitas tanpa khawatir akan risiko sosial," harap Rita.

Inisiatif booth layanan ini diharapkan dapat direplikasi di perusahaan lain, guna mencapai target kepesertaan universal di sektor ketenagakerjaan.