Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mencabut izin 2.038 unit kios distribusi pupuk.

Izin tersebut dicabut lantaran ribuan kios tersebut kedapatan memainkan harga.

“Masih ada keluhan petani-petani seluruh Indonesia. Kami temukan ada 2.039 kios, distributor, pengecer yang bermasalah. Hari ini kami umumkan izinnya dicabut,” tuturnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 13 Oktober.

Meski begitu, Amran masih memberikan ruang klarifikasi bagi distributor yang izinnya dicabut. Menurut Amran, para distributor bisa menyanggah jika mereka benar.

“Tapi yang menganggap bahwa mereka benar boleh menyampaikan klarifikasi kepada direksi (PT Pupuk Indonesia (Persero). Tetapi hari ini kita cabut (izinnya dulu),” katanya.

Menurut Amran, para distributor nakal ini melakukan praktik manipulasi harga ini selama bertahun-tahun.

Bahkan, mereka menaikkan harga di kisaran 18 hingga 20 persen dari harga yang ditetapkan pemerintah.

“(Mereka) menaikkan harga 18 hingga 20 persen. Average 18 persen seluruh Indonesia. Dan ini tidak boleh lagi terjadi, di masa sekarang,” ucapnya.

Amran mengaku telah melakukan investigasi untuk menelusuri kecurangan tersebut. Dia bilang praktik curang ini ditemukan berawal dari keluhan para petani yang kesulitan untuk mendapatkan pupuk dengan harga murah.

Padahal, sambung Amran, ketersediaan pupuk berlimpah. Bahkan, penyaluran dilakukan langsung ke kelompok pertanian.

“Ini enggak boleh terjadi. Ini permainan sudah lama. Selama satu tahun terakhir yang dicabut ada 30an. Tetapi setelah kami mengecek seluruh Indonesia, ternyata ribuan. Estimasi kerugian petani, ini estimasi ya, itu Rp600 miliar per tahun,” katanya.