JAKARTA - Danantara Indonesia tengah menyiapkan langkah besar untuk menata ulang sektor logistik milik negara. Melalui rencana konsolidasi 18 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik menjadi satu perusahaan.
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan, langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran BUMN di bawah pengelolaan Danantara Asset Management (DAM).
“Ada 18 perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Tapi masih-masih kecil-kecil dan semua rugi. Ini kita lihat bisnis modelnya, kemudian kita analisa satu persatu. Kemudian kita lakukan bisnis konsolidasi dari 18 menjadi satu,” tuturnya dalam acara di Jakarta, ditulis Jumat, 10 November.
Menurut Dony, proses konsolidasi ini tak sekadar menyatukan aset, melainkan mendesain ulang model bisnis agar memiliki skala ekonomi yang besar dan berdaya saing tinggi.
Kata Dony, konsolidasi ini nantinya akan melahirkan perusahaan logistik yang memiliki skala bisnis lebih besar, jaringan operasional yang terintegrasi, serta daya tawar yang lebih kuat terhadap pasar domestik dan global.
“Lalu kita desain ulang bisnis modelnya, revenue stream-nya, revenue parameters-nya, organization structure-nya, kita cek satu per satu. Berapa kebutuhan financial-nya, mainnya dimana, dari first mile sampai last mile sekarang, atau mau mereka main di middle mile saja, atau apa,” tuturnya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Dony bilang, rencana penyatuan BUMN logistik ini juga bagian dari strategi Danantara untuk mengurangi jumlah BUMN secara menyeluruh.
“Kita desain ulang sehingga nanti dari 1.063 perusahaan BUMN, itu akan menjadi sekitar 200-an perusahaan yang solid dan punya skala yang besar. Ini yang menjadi engine of growth-nya nanti ke depan,” kata Dony.