Bagikan:

JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria buka suara terkait dengan permohonan penambahan modal sebesar Rp8,29 triliun yang diajukan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dony bilang, Danantara akan memberi suntikan dana kepada Krakatau Steel untuk modal kerja.

Kata Dony, bantuan suntikan dana tersebut menjadi bagian dari proses restrukturiasi Krakatau Steel.

“Krakatau Steel utangnya cukup besar ya. Ini sedang kita lakukan restrukturisasi. Tahun lalu juga pabriknya kebakar ya, mungkin teman-teman tahu juga dan baru aktif kembali itu Desember tahun lalu, sehingga sudah berjalan lagi sekarang 10 bulan,” katanya kepada wartawan ditulis Jumat, 10 Oktober.

Dony menegaskan bahwa tambahan modal ini akan diikuti dengan pembenahan manajemen agar dana digunakan secara efektif dan produktif.

“Kita akan meng-inject equity, modal kerja buat mereka, tetapi untuk memastikan modal kerja ini efektif tentu kita perbaiki juga secara komprehensif manajemennya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dony bilang, evaluasi yang dilakukan di tubuh perusahaan baja itu tidak hanya pada aspek manajemen, tetapi model bisnis, nilai kompetitif hingga kebutuhan modal perusahaan tersebut.

“Kita lihat juga ya, bagaimana mereka menjalankan bisnis selama ini, siapa aja buyer-nya mereka, apa kekuatan value proposition daripada perusahaannya. Ini juga kita satu persatu kita bereskan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengajukan permohonan dukungan dana dari Badan Pengelola Investas Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebesar 500 juta dolar AS atau Rp8,29 triliun (asumsi kurs Rp16.586 per dolar AS).

Dalam jangka pendek, Danantara memberikan pinjaman dalam bentuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) sebesar 250 juta dolar AS.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham KRAS ini akan menggunakan dana 250 juta dolar AS tersebut untuk kebutuhan operasional utama, antara lain, pembelian bahan baku berupa slab baja untuk pabrik HSM, hot rolled coil (HRC) dan cold rolled coil full hard (CRC F/H) pabrik CRM PT KBI, HRC pabrik pipa baja PT KPI, serta produk baja turunan.

“Penggunaan dana tersebut menyesuaikan kebutuhan modal kerja sesuai cash conversion cycle masing-masing fasilitas,” tulis manajemen dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat, 10 Oktober.

Sementara, tambahan modal hingga 500 juta dolar AS atau Rp8,29 triliun yang diajukan kepada Danantara akan digunakan untuk penyelesaian atau penyelamatan restrukturisasi perseroan setelah mendapatkan kesepakatan dengan pihak perbankan.

Manajemen menjelaskan pemenuhan bahan baku saat ini didukung oleh pendanaan dari pihak ke-3 (financier) dengan rate yang lebih tinggi dibandingkan dengan faslitas perbankan serta adanya batasan-batasan yang diberlakukan oleh masing-masing financier.

Financing cost tersebut langsung menjadi tambahan biaya perolehan bahan baku,” ucapnya.

Dengan adanya dukungan Danantara, manajemen berharap perusahaan dapat beroperasi secara optimal dan mengurangi beban biaya bahan baku yang sebelumnya menggunakan pembiayaan dari pihak ke-3 (financier).

Berdasarkan hasil analisis perseroan, pascaadanya dukungan pembiayaan dari Danantara, KRAS diproyeksikan dapat meningkatkan EBITDA hingga 31,9 juta dolar AS.

Manajemen menilai kondisi ini menunjukkan dukungan Danantara menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh entitas.

“Dengan terjaminnya modal kerja untuk fasilitas HSM, PTKS dapat memenuhi utang restrukturisasi Tranche A dengan kas operasional perusahaan melalui operasi bisnis fasilitas HSM,” tulis manajemen.