Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyambut kehadiran Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Adapun Afriansyah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Immanuel Ebenezer atau Noel.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bilang dengan bergabungnya Afriansyah, maka akan semakin memperkuat program-program Kemnaker, khususnya dalam meningkatkan produktivitas nasional, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat perlindungan bagi pekerja.

Apalagi, sambung Yassierli, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus agar Kemnaker lebih masif dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kualitas SDM adalah kunci produktivitas. Kita perlu memperluas kapasitas balai pelatihan agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk program magang yang ditargetkan terus bertambah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 18 September.

Selain fokus pada produktivitas, Yassierli juga menekankan pentingnya memperluas kesempatan kerja, terutama bagi kelompok rentan. Dia bilang Kemnaker mendorong akses lebih besar bagi penyandang disabilitas, perempuan rentan, dan pekerja rumah tangga.

Ia menambahkan, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang sedang dibahas DPR diharapkan segera disahkan agar jutaan pekerja rumah tangga memperoleh perlindungan hukum yang layak.

Selain itu, Yassierli juga menyinggung sejumlah isu strategis ketenagakerjaan, antara lain perlindungan pekerja berbasis platform digital, penguatan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai wadah dialog sosial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Kemudian, sambung dia, penegakan norma ketenagakerjaan untuk mencegah pelanggaran termasuk PHK sepihak, serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan pekerja. Tantangan memang banyak, mulai dari isu PHK sepihak, pekerja platform, hingga K3. Namun ini adalah amanah yang harus kita jalankan bersama,” tegas Menaker.

Yassierli juga menekankan setiap regulasi yang disusun harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bayangkan jika kita bisa membuka peluang kerja bagi 1.000 orang, artinya ada 4.000 anggota keluarga yang mendapat manfaat. Apalagi jika regulasi yang kita buat mampu melindungi jutaan pekerja, maka itu adalah kebaikan besar bagi bangsa,” ungkapnya.

Karena itu, Yassierli mengajak seluruh jajaran Kemnaker untuk bekerja dengan semangat, optimisme, dan kolaborasi. “Mari kita syukuri setiap langkah yang telah dilakukan, terus berbenah, dan membuka peluang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan pekerja Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan dirinya mendukung penuh tugas dan program Kemnaker. Ia siap menerima setiap arahan dan perintah sepanjang bersifat benar, konstruktif, dan sejalan dengan program kerja Menaker.

“Prinsip utama yang harus dijunjung tinggi adalah kolaborasi, kekompakan, dan solidaritas. Dengan kerja sama yang erat dan penuh tanggung jawab, program-program Kemnaker dapat terlaksana efektif serta memberi manfaat nyata bagi pekerja, dunia usaha, dan masyarakat luas,” ujar Afriansyah.