Bagikan:

JAKARTA - Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai bahwa pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa membawa pesan penting bagi pasar modal, khususnya terkait sinyal kemandirian dalam pengambilan kebijakan.

Menurutnya, investor tidak hanya memperhatikan aspek kedekatan personal antara menteri dan Presiden, tetapi lebih mengedepankan konsistensi kebijakan, kredibilitas fiskal, serta kejelasan arah komunikasi pemerintah.

"Jika Purbaya mampu menjaga keseimbangan antara kedekatan politik dan integritas profesional, pasar modal akan merespons positif," jelasnya dalam keterangannya, Senin, 8 September.

Syafruddin menambahkan, hal yang paling dicari oleh pasar bukan semata-mata siapa yang menjabat sebagai menteri, melainkan apakah kebijakan yang diterapkan mampu memberikan kepastian, konsistensi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Sebab yang paling dicari pasar bukan sekadar siapa yang duduk di kursi menteri, melainkan apakah kebijakan yang ditempuh memberikan kepastian, konsistensi, dan arah pertumbuhan yang berkelanjutan," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani Indrawati, pada Senin, 8 September.

Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin, 8 September, setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perombakan kabinet Merah Putih.

Berdasarkan data RTI pukul 16.05 WIB, IHSG turun 100,49 poin atau 1,28 persen, dan ditutup di posisi 7.766,84.

Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Menteri Keuangan, di mana Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Menanggapi penurunan IHSG pasca pengumuman tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya bukan orang baru di dunia pasar keuangan.

“Mungkin pasar nggak tau, saya orang pasar. Saya di pasar berapa? Iya, sejak tahun 2000. 15 tahun lebih,” ucapnya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 8 September.

Ia menegaskan bahwa dirinya sudah lama mengenal dinamika pasar dan menilai bahwa tim di Kementerian Keuangan saat ini sangat solid.

Oleh karena itu, menurutnya jika diperlukan perbaikan atau optimalisasi dalam kebijakan fiskal, yakin akan mampu melakukannya bersama jajaran yang ada.

Purbaya menyebut sejumlah Wakil Menteri Keuangan seperti Suahasil Nazara, Anggito Abimanyu, dan Thomas Djiwandono sebagai tokoh berpengalaman yang siap bekerja sama menjaga stabilitas keuangan negara.

"Jadi kalau memberi betulin, diperbaiki, dioptimalkan, rasanya sih kita punya instrumen yang cukup untuk memperbaiki secara bersama-sama," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa belum ada kebijakan spesifik yang diambil mengingat dirinya baru saja menjabat.