Bagikan:

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melaporkan hingga Juli 2025 telah menyalurkan kredit sebesar Rp779 triliun atau tumbuh 7,1 triliun yoy.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, penyaluran kredit ini paling banyak dialokasikan kepada segmen korporasi, menengah, kecil dan konsumer.

“Hingga akhir Juni 2025, BNI telah menyalurkan kredit mencapai Rp779 triliun atau tumbuh 7,1 persen secara year-on-year pada segmen-segmen yang beresiko rendah dan mulai terdiversifikasi di semua segmen,” ujar Husein dalam Public Expose, Senin, 8 September.

Masih kata Husein, ekspansi kredit yang sehat ini ditopang oleh pertumbuhan dana murah atau CASA yang tumbuh 18,7 persen yoy.

"Tabungan menjadi fokus kami dalam membangun struktur pendanaan murah tumbuh solid 10,5 persen yoy menjadi Rp226 triliun," sambung dia.

Hussein menjelaskan, kredit korporasi tercatat naik sebesar 10,4 persen yoy menjadi Rp435,8 triliun yang didorong oleh pembiayaan kepada swasta, BUMN, dan institusi pemerintah.

Sementara itu, kredit konsumer tumbuh 10,7 persen yoy menjadi Rp147,0 triliun, terutama dari personal loan tumbuh 11,7 persen yoy dan KPR tumbuh 9,9 persen yoy.

Di sisi lain kredit komersial juga mulai menunjukkan momentum positif dengan tumbuh 5,5 persen yoy.

Penyaluran kredit UMKM selain KUR menunjukkan pertumbuhan yang sehat sebesar 9,2 persen yoy menjadi Rp44,4 triliun.