JAKARTA - Perum Bulog mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) baru mencapai 307.999 ton atau 20,53 persen dari target 1,5 juta ton.
Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, Epi Sulandri mengungkapkan dari angka tersebut realisasi tertinggi terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, 9.673 ton.
“Kami laporkan bahwa sampai dengan tadi pagi realisasi kita adalah 307.999 ton atau 20,53 persen, dibandingkan dengan target 1,5 juta ton realisasi tertinggi pada hari Sabtu kemarin yaitu tepatnya 9.623 ton per hari dan kemudian secara terata realisasi sekitar 5.000 hingga 6.000 ton per hari ini,” tuturnya dalam rapat koordinasi inflasi daerah 2025, Selasa, 2 September.
Epi bilang Perum Bulog akan terus meningkatkan jumlah realisasi penyaluran per harinya dengan target 7.000 per hari.
“Target kita adalah 7.000 ton per hari dan terima kasih atas dukungan dari Dinas Pangan maupun Bapak-Ibu Gubernur-Bupati Wali Kota atas kegiatan hari Sabtu kemarin,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis mengatakan ada lima langkah yang perlu dilaksanakan untuk mempercepat pendistribusian beras SPHP.
Pertama, kata Nita, memperbanyak outlet saluran seperti jumlah pasar dan pedagang di seluruh Indonesia, jumlah ritel modern dan jangkauan semua wilayah.
Kemudian, lanjut Nita, pemerintah daerah perlu lebih masif lagi dalam melaksanakan gerakan pangan merah (GPM) setiap pakan atau setiap daerah, dengan melibatkan TNI, Polri, serta instansi pemerintah lainnya.
BACA JUGA:
Ketiga, sambung Nita, percepatan proses verifikasi mitra penyalur beras SPHP oleh Bulog dengan dibantu dari Dinas Pangan atau Perdagangan dan Satgas Pangan.
Keempat, pendampingan dan sosialisasi kepada mitra penyalur beras SPHP terutama terkait dengan aplikasi Klik SPHP.
“Dan dengan memperhatikan keterbatasan sarpras kendaraan dan SDM, maka Perum Bulog dapat bekerja sama dengan pihak ekspedisi untuk pendistribusian beras SPHP ke mitra penyalur SPHP,” ujarnya.