Bagikan:

YOGYAKARTA - Cara menghitung persentase kenaikan sering dibutuhkan dalam berbagai situasi ekonomi, mulai dari kenaikan harga barang, gaji karyawan, hingga omzet penjualan.

Dengan memahami rumus dan langkah perhitungannya, Anda bisa menilai perubahan secara lebih jelas dan akurat. Artikel ini akan membahas rumus sederhana, contoh perhitungan, hingga tips agar Anda lebih mudah memahami konsep tersebut.

Mengapa Perlu Menghitung Persentase Kenaikan?

Dilansir dari laman masterclass, dalam dunia bisnis dan keuangan, cara menghitung persentase kenaikan berarti menghitung seberapa besar kenaikan antara harga awal dan harga baru dalam kurun waktu tertentu.

Perhitungan persentase kenaikan mengikuti rumus perubahan persentase yang secara khusus digunakan untuk menemukan persentase kenaikan, bukan penurunan.

Dengan mengetahui persentase kenaikan membantu Anda melihat sejauh mana kondisi keuangan mengalami peningkatan. Misalnya, memahami perbedaan persentase keuntungan perusahaan tahun lalu dibandingkan dengan sekarang bisa menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Prinsip penghitungan ini juga dapat diterapkan pada investasi pribadi, bisnis baru, hingga pencatatan laporan keuangan agar performa lebih mudah dipantau dari waktu ke waktu.

5 Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Ahli bisnis maupun keuangan biasanya menggunakan beberapa metode untuk menghitung kenaikan dari nilai awal ke nilai baru. Anda bisa memanfaatkan kalkulator online atau spreadsheet untuk mempercepat proses.

Namun, bagi Anda yang tetap ingin menggunakan cara manual juga cukup mudah dengan mengikuti langkah berikut:

  • Tentukan dua nilai

Dibutuhkan nilai lama (sebelum ada perubahan) dan nilai baru (setelah perubahan). Kedua angka ini menjadi dasar perhitungan persentase.

  • Kurangi nilai lama dari nilai baru. Selisih ini disebut sebagai “kenaikan” (I).

  • Bagi selisih dengan nilai lama

Hasilnya berupa angka desimal (D) yang menunjukkan perbandingan kenaikan terhadap nilai awal.

  • Kalikan dengan 100

Angka desimal tersebut dikali 100 untuk mendapatkan hasil dalam bentuk persentase (%).

  • Pastikan kenaikan atau penurunan

Jika hasil perhitungan bernilai positif, berarti terjadi persentase kenaikan. Sebaliknya, jika hasil negatif, maka terjadi persentase penurunan.

Baca juga artikel yang membahas Cara Mengubah Akun Bisnis Menjadi Akun Pribadi di Instagram dengan Mudah

Contoh Soal Menghitung Persentase Kenaikan

Sebagai gambaran, berikut ini dua contoh soal menghitung persentase kenaikan:

Contoh Umum

Tahun lalu harga celana jeans favorit Anda Rp360.000 per pasang. Tahun ini harganya naik menjadi Rp450.000 per pasang. Berapakah persentase kenaikan harga jeans tersebut?

Sebelum menyelesaikan soal tersebut, sebelumnya pahami rumus sebagai berikut:

Persentase Kenaikan = (Nilai Akhir–Nilai Awal)/Nilai Awal × 100

Perhitungan:

  • 000 – Rp360.000 = Rp90.000
  • 000 ÷ Rp360.000 = 0,25
  • 0,25 × 100 = 25%

Berdasarkan hitungan diatas, maka dapat ditemukan harga celana jeans favorit Anda mengalami kenaikan sebesar 25% dibandingkan tahun lalu.

Menghitung Persentase Kenaikan Gaji

Seorang karyawan memiliki gaji Rp5.000.000 per bulan tahun lalu. Tahun ini, gajinya naik menjadi Rp6.000.000 per bulan. Berapakah persentase kenaikan gaji yang diterima?

Rumus: Persentase Kenaikan = (Nilai Akhir–Nilai Awal)/Nilai Awal × 100

Perhitungan:

  • 000.000 – Rp5.000.000 = Rp1.000.000
  • 000.000 ÷ Rp5.000.000 = 0,2
  • 0,2 × 100 = 20%

Dengan demikian, karyawan tersebut mengalami kenaikan gaji sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain pembahasan mengenai cara menghitung persentase kenaikan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+