Bagikan:

JAKARTA - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengusulkan agar setiap tanggal 5 Juli diperingati sebagai hari Ekonomi Pancasila dan Hari Ekonomi Konstitusi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koperasi dan UMKM Nurdin Halid menjelaskan, tanggal 5 bertepatan dengan hari berdirinya PT Bank Negara Indonesia Tbk yang juga didirikan oleh Soemitro yang merupakan kakek dari Presiden Prabowo Subianto.

"Pak Sumitro adalah ekonomi rakyat bukan ekonomi kapitalis dan liberal. Kita jadikan tanggal 5 sebagai hari Ekonomi Pancasila," ujar Nurdin yang dikutip Rabu, 20 Agustus.

Di sisi lain, Nurdin menilai, Ekonomi Pancasila baru diimplementasikan di era Presiden Prabowo.

“Kami mengusulkan supaya ada Hari Ekonomi Konstitusi, Hari Ekonomi Pancasila, supaya negeri ini, yang tahun-tahun kemarin sangat liberal, cenderung kapitalis, itu sudah berubah menjadi ekonomi gotong royong, ekonomi konstitusi, ekonomi Pancasila,” sambung Nurdin.

Dia menambahkan, alasan lain adalah amanat UUD 1945 yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum, serta Pancasila sila kedua dan kelima, serta Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4.

Menurutnya, pasal-pasal ini belum sepenuhnya diimplementasikan di Indonesia.

Adapun usulan ini akan dibahas dalam Rakornas Kadin pada 19-21 Agustus.

Selanjutnya, Kadin juga akan mengadakan seminar di beberapa universitas untuk mematangkan narasi dan dasar pemikiran di balik usulan ini hingga diumumkan pada Oktober mendatang.

"Itu baru kemudian nanti atas kesepakatan Menteri dan Presiden kita akan meluncurkan pada 10 Oktober," tandas dia.