BEKASI - Pemerintah menggelar panen raya di lahan sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) dari terpidana kasus korupsi dana investasi Asabri, Benny Tjokrosaputro di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi.
Panen tersebut merupakan bagian dari program Jaksa Mandiri Pangan, bersinergi dengan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, Perum Bulog, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Mathovani mengatakan, luasan aset sitaan milik Benny Tjokrosaputro di kawasan Kabupaten Bekasi sendiri kurang lebih mencapai 330 hektare, yang terdiri dari 414 bidang tanah.
“Dari keseluruhan lahan tersebut yang dijadikan sebagai pilot proyek penanaman padi adalah 4 bidang lahan yang berlokasi di Perum Gria Asri Desa Cerimai, Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi dengan luas lahan garap kurang lebih 7 hektare,” tuturnya dalam konferensi pers, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 19 Agustus.
Reda bilang varietas padi yang ditanam pada lahan tersebut Cakra Buana dan Inpari. Namun, yang dilakukan panen hari ini adalah varietas Cakra Buana. Padi jenis ini memiliki usia panen yang lebih pendek dengan potensi panen 7 sampai 8 ton per hektare.
“Di mana varietas Cakra Buana ini berpotensi menghasilkan panen 7 sampai 8 ton per hektare atau sebanyak 32 ton. Artinya 2 kali lipat dari panen yang biasanya yang hanya bisa menghasilkan kurang lebih 3,5 ton per hektare atau sebanyak 14 ton,” tuturnya.
Lebih lanjut, Reda bilang Perum Bulog akan menyerap hasil panen petani kurang lebih 65 ton dengan harga Rp6.500 per kilogram (kg), atau setara dengan Rp364 juta.
“Dari keseluruhan lahan tanam pilot proyek program Jaksa Mandiri Pangan tersebut, kurang lebih 65 ton dengan nilai beli oleh Bulog sesuai standar pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram atau total Rp364 juta,” katanya.
Namun dari kegiatan panen raya ini, sambung Reda, belum semua bisa dilakukan panen karena perbedaan varietas bibit padinya. Meski begitu, dia bilang potensi hasil panen bisa mencapai 2.640 ton.
“Dapat dibayangkan jika dari 330 hektare aset di Kabupaten Bekasi ini semua ditanami padi, maka potensi hasil panen bisa mencapai 2.640 ton gabah atau senilai Rp17,16 miliar per 3 bulan atau sebesar Rp51,48 miliar per tahun,” ucapnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, program Jaksa Mandiri Pangan memiliki peran yang penting untuk mendukung ketahanan pangan sampai ke pelosok daerah.
“Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah ada panen raya Jaksa Mandiri Pangan. Dan itu dampaknya luar biasa, orang terkadang tidak tahu. Pak Jaksa Agung, kami bolak-balik di sini, kalau kami yang perintah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Provinsi, itu biasa 5 kali belum jalan,” ucapnya.
“Tapi kalau Pak Kajati, Pak Kajari yang minta, sudah tanam belum? Itu malam juga dia turunkan semua pupuk,” sambungnya.