JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 12 Agustus, setelah kemarin naik 0,96 persen ke level 7.605,92.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menjelaskan, faktor pendorong menguatnya IHSG ini ialah penguatan indeks bursa global di tengah ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed pada September mendatang.
“Meski demikian pasar masih menantikan pengumuman resmi apakah penundaan tarif AS-Tiongkok akan diperpanjang dari batas waktu 12 Agustus 2025,” jelas Phintraco Sekuritas.
Selain itu, pasar juga masih berada dalam euforia dimasukkannya beberapa saham domestik ke dalam Morgan Stanley Capital Index (MSCI) kategori Global Standard dan Small Cap.
Pada Kamis 7 Agustus lalu, MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala (index review) untuk periode Agustus 2025 dan memasukkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ke dalam Global Standard Index.
Tak cuma itu, kata Alrich, penguatan iHSG juga dipengaruhi data retail sales domestik bulan Juni 2025 yang tercatat tumbuh 1,3 persen secara tahunan (YoY), melambat dari 1,9 persen YoY di Mei 2025.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. Selain itu, terjadi penyempitan jarak antara garis MACD dan garis sinyal. IHSG pun berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.680 di perdagangan Selasa ini.
Dari eksternal, pergerakan IHSG akan diwarnai penantian investor terhadap data tingkat pengangguran di Inggris pada bulan Juni 2025 yang diperkirakan stabil di kisaran 4,7 persen.
BACA JUGA:
Investor juga menantikan data inflasi CPI dari AS bulan Juli yang diperkirakan naik menjadi 2,8 persen YoY dari 2,7 persen di bulan Juni 2025.
“Untuk inflasi inti diperkirakan naik menjadi 3 persen dari 2,9 persen di Juni 2025. Tren inflasi AS yang cenderung meningkat sejak Juni 2025 ini dan menjauhi level target The Fed 2 persen dan diperkirakan berpotensi menjadi faktor negatif di tengah penantian pasar akan penurunan suku bunga The Fed,” jelas Phintraco Sekuritas.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas hari ini, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).