JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti membantah fenomena pengibaran bendera ‘One Piece’ membuat omzet pedagang bendera turun.
Menurut dia, pedagang masih bisa menjual bendera merah putih mengingat sebentar lagi Indonesia akan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80.
“Enggak lah (mengganggu pedagang bendera). Jangan gitu dong, masih bisa kok berjualan bendera apalagi menjelang 17 Agustus,” tuturnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 6 Agustus.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Ikatan Konveksi Berkarya Nandi Herdiaman mengaku permintaan kaus dan atribut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI tahun ini menurun.
Hal itu lantaran munculnya tren bendera bajak laut One Piece yang ramai di media sosial.
Menurut dia, fenomena ini memengaruhi antusiasme masyarakat terhadap atribut kemerdekaan seperti bendera merah putih maupun kaus bertema nasionalisme.
"Sepi (orderan), makanya takut gitu ya. Ada ketakutan juga berpengaruh kepada industri ya yang biasa memproduksi gitu (bendera atau kaus HUT Kemerdekaan). Teman-teman (konveksi) biasanya kalau 17 Agustus ini pasti produksi, mempersiapkan. Dengan munculnya isu ini juga terpengaruh kepada kami-kami (para konveksi)," ungkapnya dihubungi VOI, Senin, 4 Agustus.
Ia kembali mengungkapkan bahwa baru tahun ini penjualan untuk atribut bertemakan kemerdekaan kurang peminatnya.
"Baru tahun ini saja yang agak-agak sepi. Tahun-tahun sebelumnya biasanya sudah terjual 50 persen," ucap Nandi.
Nandi bilang, permintaan kaus bertema kemerdekaan yang biasa melonjak sejak awal Agustus hingga kini masih lesu.
Dia sendiri sudah memproduksi 20.000 pieces kaus HUT RI, namun yang terjual baru sekitar 10 persen.
"Yang terjual baru 10 persen saja. Biasanya, tiap masuk tanggal 1 Agustus, itu biasanya 50 persen sudah terjual. Rata-rata teman-teman di tanggal 1 Agustus itu sudah ramai pemesanan. Nah, ini kan sudah tanggal berapa nih? tanggal 4. Saya saja baru 10 persen, mungkin kurang yang terjual," katanya.
BACA JUGA:
Nandi menambahkan, mayoritas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (IKM/UMKM) yang biasanya memproduksi kebutuhan Agustusan ikut terdampak.
Dia memperkirakan, sekitar 60 hingga 70 persen pelaku UMKM bergantung pada momentum HUT RI untuk meningkatkan omzet melalui produksi bendera, kaus, dan atribut lainnya.
"Yang pasti ada fenomena (One Piece ini), makanya saya ingin tahu juga ya. Pasti ini larinya tetap ke IKM, ke UMKM. Taruhlah mungkin 60 persen atau 70 pesen dia biasa untuk memproduksi persiapan untuk kemerdekaan. Nah, yang ditakutkan itu tadi (maraknya orderan Bendera One Piece), taruhlah 30 persen, pasti itu ke pelaku IKM juga," sebutnya.