Bagikan:

JAKARTA - Menjelang HUT ke-80 RI, sejumlah pedagang bendera keliling mulai menjajakan barang dagangannya yang terdiri dari bendera merah putih, pernak pernik kemerdekaan hingga umbul-umbul.

Para pedagang bendera keliling yang berjualan di kawasan Koja, Jakarta Utara, rata-rata berasal dari wilayah Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat.

Mereka mengaku setiap tahun datang ke Jakarta Utara hanya untuk mengais rejeki dengan menjual bendera merah putih keliling ke tiap-tiap kampung di wilayah Jakarta Utara.

Ditengah maraknya bendera One Piece, pedagang bendera keliling tetap konsisten menjajakan bendera Merah Putih yang menjadi bisnis musiman tiap setahun sekali.

Aat (38) salah satu pedagang bendera musiman asal Cirebon, Jawa Barat, mengatakan, dirinya rutin setiap tahun datang ke wilayah Jakarta Utara hanya untuk berjualan bendera keliling menjelang perayaan HUT RI.

"Sudah 10 tahunan jualan bendera. Jualan musiman tiap tahun. Jualan bendera karena lumayan hasilnya. Semuanya bendera merah putih, tidak jual bendera One Piece," ucap Aat kepada VOI saat ditemui di Jalan Permai, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin, 4 Agustus 2025.

Aat mengaku, dirinya datang jauh-jauh dari Cirebon hanya untuk mengais rejeki di wilayah Jakarta Utara. Bahkan, dia sudah berjualan sejak 10 tahun lamanya di wilayah pesisir Jakarta ini.

"(ke Jakarta Utara) Hanya dagang bendera, hari-hari biasa di kampung, kerja. Kerja bikin golok dan pisau, kerajinan tangan. Sekarang saya tinggal mengontrak di Pasar Lontar, Koja," ujarnya.

Aat mengaku, modal untuk berjualan bendera dan pernik Kemerdekaan RI pada tahun 2025, dirinya merogoh kocek Rp 7 juta rupiah. Modal itu dia dapat dari hasil pinjaman ke tetangganya di kampung halaman.

"Di pangkalan ada dua gerobak, saya sama adik saya. Omzet belum tentu, kadang ramai dan kadang sepi. Kalau sepi modal saja belum ketemu (balik)," katanya.

Aat mulai berjualan bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan RI sejak Kamis 31 Juli 2025. Kini, Senin, 4 Agustus, sudah 5 hari dia berjualan di wilayah Koja, Jakarta Utara.

"Biasanya waktu berjualan mulai tanggal 1 sampai 16 Agustus setiap tahun. Selama setengah bulan itu, saya dapat keuntungan bersih Rp2 juta pada tahun kemarin, itu sudah ketutup modalnya," tuturnya.

Selama 2 hari berjualan, Aat baru mendapatkan pemasukan Rp200 ribu. Uang itu juga digunakannya untuk biaya makan sehari-hari, kemudian dipisahkan untuk membayar kontrakan sebulan Rp1 juta.

"Saya belanja bendera dan pernak pernik di Cirebon, di sini cuma dagang keliling saja. Kebanyakan bendera segi empat yang dipasang ditiang yang banyak dibeli warga. Bendera yang banyak diminati berukuran 90 cm sampai 120 cm. Harganya mulai Rp 35 ribu," katanya.

Namun untuk omzet tahun 2025 ini, Aat enggan berspekulasi mendapatkan jumlah yang besar. Sebab menurutnya kondisi perekonomian saat ini dirasakannya cukup berat.

"Tahun kemarin ramai (pembeli). Sekarang belum tentu karena baru mulai. Kadang satupun gak ada yang beli dalam sehari. Suka dukanya kadang tidak ada yang beli, bahkan 2 hari tidak dapat pembeli. Kadang belum dapat uang 2 hari," keluhnya.

Aat mengingat, dirinya pernah mendapatkan keuntungan Rp4 juta pada saat jualan bendera keliling di tahun 2022 lalu. Namun, hanya tahun tersebut yang menurutnya memiliki omzet jualan tertinggi.

"Rata-rata pembelinya ada dari warga dan perkantoran, ada RT. Kalau pak RT beli borongan," katanya.

Dia berharap, pada Kemerdekaan RI ke-80 ini, Indonesia dapat lebih sejahtera dan khususnya pemerintah RI lebih mensejahterakan rakyat kecil yang ada di pelosok desa.

"Harapannya Indonesia perekonomiannya makin baik. Ini kan masyarakat susah semua cari uangnya jaman sekarang. Harus memperhatikan rakyat kecil. Soalnya yang saya tahu, saat ini aja ada banyak yang korupsi besar-besaran itu. Saya jualan sampai tanggal 16 Agustus, nanti pas 17 Agustus pulang ke Cirebon lagi," tutupnya.