Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW). Untuk informasi, hingga saat ini terdapat 80.081 Kopdes Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pembangunan PLTS pada Kopdes Merah Putih ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemandirian desa.

"Ke depan akan kita bangun kurang lebih sekitar 100 GW... dan ini akan mendorong untuk bagaimana ketersediaan listrik bagi Koperasi Merah Putih," ujarnya dikutip Rabu, 6 Agustus.

Bahlil menambahkan, dengan adanya PLTS di setiap Kopdes, pemerintah berharap dapat mendukung kelistrikan di wilayah tersebut. Dengan demikian listrik yang dihasilkan jauh lebih bersih dan menekan penggunaan bahan bakar fosil di pembangkit.

"Kita kan lagi membangun desain besar. Salah satu yang kita akan bangun itu lah PLTS untuk semua desa-desa. Semua kampung-kampung kita PLTS," kata Bahlil.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Pemerintah tengah menyusun regulasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di desa-desa di Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada energi.

“Nanti kita akan membangun listrik berbasis solar panel. Sudah dihitung investasinya kira-kira 100 miliar dolar AS,” kata Zulhas, menambahkan bahwa saat ini Indonesia mengeluarkan sekitar 25 miliar dolar AS per tahun untuk subsidi energi.

Zulhas menyampaikan nantinya setiap desa akan mengalokasikan 1--1,5 hektare lahan untuk instalasi panel surya. Dengan target 80.000 desa, total lahan yang akan digunakan mencapai sekitar 120 ribu hektare.

Ia menambahkan sistem kelistrikan ini dirancang untuk terintegrasi secara lokal, dimulai dari tingkat desa, lalu kecamatan, hingga kabupaten, dengan penyimpanan energi menggunakan teknologi baterai.