Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan ramp inspection atau inspeksi kelaikudaraan pada sejumlah pesawat udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tujuannya untuk memastikan semua aspek telah memenuhi standar.

Inspeksi ini dilakukan pada Minggu, 3 Agustus, bersama para inspektur dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Adapun sejumlah pesawat yang diinspeksi antara lain milik maskapai PT Garuda Indonesia, PT Super Air Jet, PT Batik Air, dan PT Citilink Indonesia.

“Kita melakukan pengecekan langsung pada fisik dan mesin pesawat, pilot, para personil, hingga kelengkapan dokumen penerbangan. Kita ingin memastikan bahwa semua aspek telah memenuhi standar yang sudah ditetapkan,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Senin, 4 Agustus.

Dudy meminta semua maskapai untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku, termasuk dalam hal penggunaan komponen pesawat dimana semua harus sesuai standar yang ditetapkan oleh pabrik maupun Pemerintah.

Sementara itu, sambung Dudy, jika ditemukan hal-hal yang tidak sesuai ketentuan dalam kegiatan ramp inspection, para inspektur akan melarang pesawat untuk mengudara.

“Kementerian Perhubungan tidak main-main terhadap aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. Karena itu, saya memerintahkan jajaran Ditjen Perhubungan Udara untuk melakukan ramp inspection secara periodik dan sesuai Standar Operasional Prosedur,” tuturnya.

Dudy juga mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, seperti pihak maskapai, pengelola bandara, Airnav, BMKG, Kepolisian, serta TNI, untuk memastikan kelancaran dan keamanan penerbangan di dalam negeri.

“Kami sangat berharap kolaborasi dan koordinasi dapat menciptakan perjalanan udara yang aman, nyaman, serta lancar,” sebutnya.

Usai melakukan ramp inspection, Dudy juga meninjau Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang saat ini tengah dalam proses revitalisasi. Ia bilang pembangunan terminal berjalan lancar dan sesuai rencana.

“Proses revitalisasi Terminal 1C sejauh ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saya berharap terminal ini dapat segera dioperasikan secara parsial guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa penerbangan,” tutur Dudy.

Revitalisasi Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2025. Terminal ini akan digunakan oleh beberapa maskapai, seperti Citilink dan Batik Air.