JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono menegaskan tidak ada moratorium proyek pembangunan di IKN.
Bahkan, lanjutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk percepatan pembangunan sektor yudikatif dan legislatif dalam tiga tahun ke depan.
"Dari Istana disampaikan bahwa tidak akan ada moratorium, dan pembangunan IKN justru dipercepat. Presiden Prabowo memerintahkan agar pembangunan yudikatif dan legislatif segera diselesaikan dalam tiga tahun. IKN adalah proyek prioritas nasional yang secara hukum telah memiliki Undang-Undang serta anggaran yang sudah disiapkan," ujar Basuki dalam keterangannya.
Pembangunan jalan di KIPP 1B juga telah dimulai, mengingat sejumlah investasi sudah mulai masuk ke wilayah tersebut.
"Sekarang kita berada di KIPP 1A, terdapat Istana, di sebelah kanan adalah Legislatif, dan di sebelah kiri adalah Yudikatif. Ini semua akan kita bangun dalam tiga tahun. Saat ini pembangunan jalan di KIPP 1B juga sudah dimulai karena di sana ada beberapa investasi yang masuk," jelas Basuki.
Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto memaparkan bahwa saat ini IKN telah dihuni oleh sekitar 1.200 ASN dan 5.000 pekerja konstruksi, serta dikunjungi ribuan wisatawan lokal setiap harinya.
Dengan potensi jumlah penduduk mencapai 25.000 orang saat kegiatan pemerintahan berjalan penuh, IKN menjadi pasar potensial bagi investor.
"Selain itu, ada ribuan turis lokal yang datang setiap harinya serta kunjungan rutin dari tamu-tamu pemerintah. Ini yang sering ditanyakan investor berapa target market-nya? Kami yakin pengelolaan aset seperti di SCBD bisa diterapkan di sini, melalui kerja sama B2B yang menjanjikan," ujar Bimo.
BACA JUGA:
Dia menambahkan, Kementerian PANRB telah menyampaikan kepada Otorita IKN untuk menyusun kriteria prioritas pemindahan ASN.
Sebanyak 16 kementerian/lembaga telah terpilih untuk relokasi awal, dengan jumlah ASN sekitar 3.500 orang.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Artha Graha Network, Michael Iskandar menyatakan ketertarikannya, terutama dalam sektor hospitality dan food & beverage (F&B).
"Pembangunan ini sangat menarik. Kami akan pelajari lebih lanjut peluang yang bisa dikembangkan," ujarnya.