Bagikan:

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyinggung soal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur, yang diwarnai dengan informasi bohong atau haoks.

Menurut dia, kenyataannya tidak seperti yang banyak diberitakan.

Gibran bilang IKN dibangun tidak dengan membabat hutan Kalimantan.

Dia mengatakan area pembangunan IKN adalah hutan produksi eukaliptus yang memang akan dipanen tiap 7 tahun.

“Dulu itu banyak sekali hoaks-hoaks tentang IKN. Oh, membangun istana di tengah hutan, membabat hutan. Itu salah ya. Sudah tahu yang benar gimana? Di sana itu ada hutan produksi eukaliptus yang memang setiap 6 hingga 7 tahun itu memang dipotong,” tuturnya dalam acara Green Impact Festival di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis, 24 Juli.

Seiring dengan pembangunan IKN, sambung Gibran, pemerintah juga akan mengembalikan hutan di area tersebut dengan tanaman endemik asli Kalimantan.

“Jadi sekarang kita bangun IKN di sana, terus akan kita kembalikan lagi ke hutan yang heterogen dengan pohon-pohon endemik asli Kalimantan. Ada pohon ulin, meranti, lalu ada pohon tengkawang. Jadi ini apa yang sudah dilakukan saya kira sudah on track,” katanya.

Gibran juga mengungkapkan di IKN ada persemaian dengan kapasitas mencapai 15 juta bibit per tahun.

Selain di IKN, ada juga di Jawa Barat dengan kapasitas serupa.

“Ini salah satu persemaian atau nursery center yang ada di IKN. Kapasitasnya 15 juta bibit per tahun. Ada juga yang di Jawa Barat juga kapasitasnya hampir sama. Jadi intinya kalau di total semua Indonesia, kita punya 83 juta bibit per tahun untuk nursery,” ucapnya.