Bagikan:

JAKARTA - Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas pemerintah dipandang belum matang secara perencanaan. Bahkan, berpotensi menjadi beban baru dalam perekonomian nasional.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, mengatakan pembangunan koperasi di Indonesia saat ini menghadapi stagnasi dan jauh dari kata harapan perekonomian nasional. Program Kopdes Merah Putih yang dicanangkan oleh pemerintah, hanya menjadi beban berat ketika operasional belum matang.

“Perbankan yang dipaksa untuk memberikan pinjaman hingga dana desa yang dijadikan jaminan, bentuk ketidaksiapan operasional Koperasi Merah Putih,” tuturnya di Jakarta, Minggu, 20 Juli.

Menurut Huda, pembangunan desa yang didorong dari pemerintah pusat, bukan bentuk nyata dari pembangunan nasional yang timbul dari masyarakat. Dana desa yang dijadikan jaminan mencederai pembangunan desa yang dicita-citakan dalam UU Desa.

“Ada potensi penyalahgunaan dana pinjaman Koperasi Merah Putih yang masif karena membuka celah korupsi yang baru. Apalagi dengan status kerugian Danantara dan BUMN yang tidak lagi menyandang status kerugian negara, maka ada potensi melakukan kejahatan korupsi,” ujarnya.

Selain itu, sambung Huda, ada potensi Koperasi Desa Merah Putih menjadi predator badan usaha lainnya yang sudah terlebih dahulu eksis.

“Pelaku ekonomi desa yang akan dirugikan seperti pelaku usaha dan koperasi/lembaga keuangan mikro,” tuturnya.

Huda mengatakan ketidaksiapan operasional ini menandakan pemerintah perlu membatalkan rencana peluncuran Kopdes Merah Putih hingga persiapan dirasa sudah matang.

“Harus ada pembatalan pembentukan Koperasi Merah Putih sampai dengan persiapan yang matang,” jelasnya.

Selain itu, Huda menilai pemerintah juga bisa memanfaatkan badan usaha yang ada di desa termasuk BUMDes dan Badan Usaha Swasta untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Terakhir, stimulus fasilitas kredit bagi koperasi yang eksisting dan berkinerja baik. Sehingga pengembangan koperasi tidak mengorbankan koperasi dan badan usaha yang sudah ada,” ujarnya.

Kopdes Diluncurkan 21 Juli

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan peluncuran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan dilakukan pada 21 Juli. Alasannya, supaya seluruh kepala daerah dan perangkat desa bisa hadir.

Sekadar informasi, awalnya Kopdes Merah Putih dijadwalkan akan diluncurkan pada 19 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun, karena tanggal tersebut merupakan hari Minggu, maka diputuskan diundur menjadi tanggal 21 Juli.

Zulhas sapaan akrabnya bilang, kehadiran pejabat provinsi hingga perangkat desa sangat penting agar mendapat arahan langsung dari Prabowo Subianto.

“Tanggal 19 itu kan hari Sabtu ya, nah kita ingin penjelasan Presiden itu bisa diketahui, diikuti oleh semua pihak agar nggak dua kali kita kerja kan, baik gubernur maupun Bupati, Walikota, Kepala Desa, BPD, dan pendamping desa,” ujar

Zulhas usai rapat koordinator (rakortas) persiapan peluncuran Kopdes Merah Putih di gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Juli.

Zulhas juga memastikan perubahan tanggal peluncuran Kopdes Merah Putih sudah disetujui oleh Prabowo.

“Alhamdulillah Bapak Presiden sudah bersedia," kata Zulhas.