Bagikan:

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih melakukan pencarian terhadap partner baru untuk proyek smelter nikel berteknologi high pressure acid leach (HPAL) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Untuk informasi, proyek tersebut merupakan kerja sama antara Vale dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company atau Huayou.

"Saat ini masih berproses. Kita belum menemukan siapa partnernya. Tapi masih berproses mencari yang benar," ujar Head of Corporate Finance & Investor Relations PT Vale Indonesia, Andaru Brahmono Adi saat ditemui di Astha, Jumat, 18 Juli.

Andaru mengaku optimis partner baru akan ditentukan pada tahun ini setelah perusahaan melakukan market sounding dan list partner telah disiapkan perusahaan.

"Sudah ada listnya.Belum ada yang disclose. Kemungkinan kita masih market sounding," sambung di.

Andaru menegaskan, pencarian terhadap partner baru ini tidak berpengaruh terhadap jadwal penyelesaian smelter HPAL karena telah memiliki partner di bidang teknologi.

"Tanpa ada partner lain, kita sudah bisa mulai pekerjaannya," imbuh Andaru.

CEO Vale sebelumnya, Febriany Eddy mengatakan berdasarkan rencana perusahaan , pengelolaan smelter SOA HPAL Sorowako akan menggandeng pihak ketiga. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan tara Huayou dan Vale, Huayou akan berperan mencari partner ketiga. Menurutnya kedua pihak juga sepakat, sepanjang memenuhi prasyarat maka partner yang diajukan Huayou tidak akan ditolak Vale.

"Prasyarat yang kami ajukan tentu adalah yang berkonten untuk ESG yang tingkat internasional yang baik, memiliki reputasi yang baik dan juga adalah partner penting dalam supply chain untuk baterai storage atau EV. Dengan demikian maka ini adalah satu kesatuan yang penting," beber dia.