Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah pastikan hingga saat ini belum ada nilai kontrak resmi yang disepakati terkait rencana pembelian pesawat Boeing.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyebut bahwa Indonesia telah sepakat untuk membeli 50 unit pesawat Boeing sebagai bagian dari proses negosiasi dagang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa kesepakatan tersebut masih dalam tahap awal sehingga belum ada nilai kontrak yang terjalin.

"MOU kemarin pun juga belum (ada) yang untuk Garuda kan belum tanda tangan, yang baru tanda tangan kan untuk energi dengan yang pertanian," ujarnya kepada awak media, Jumat, 18 Juli.

"Tapi kita sudah menjajaki akan ada kesepakatan ke sana tapi tetap bergantung pertimbangan bisnis, dan sebagainya," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terkait adanya pembelian pesawat Boeing dari Amerika Serikat, Prabowo juga menyebutkan hal tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan maskapai nasional Garuda Indonesia.

"Ya memang kita kan perlu untuk membesarkan Garuda, Garuda adalah kebanggaan kita, Garuda adalah flight carrier nasional, Garuda lahir dalam perang kemerdekaan kita. Jadi Garuda harus menjadi lambang Indonesia, kita bertekad, saya bertekad untuk membesarkan Garuda dan untuk itu ya kita butuh pesawat-pesawat baru. Saya kira nggak ada masalah karena kita butuh, mereka ingin jual, pesawat Boeing juga cukup bagus, kita juga tetap dari Airbus," tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat didasarkan pada kepentingan bersama.

"Kita juga butuh sebagai contoh kita masih impor BBM, kita masih impor gas, kita masih perlu impor gandum, kita masih perlu impor kedelai dan sebagainya. Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan," ungkapnya.

Prabowo juga memastikan terkait kemungkinan defisit perdagangan bahwa semua keputusan telah melalui perhitungan matang dan pertimbangan menyeluruh terhadap kepentingan nasional.

“Semua sudah kita hitung, semua kita berunding, kita juga memikirkan, yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus melindungi pekerja-pekerja kita, walaupun kita juga punya sikap, ini tawaran kita, kita nggak mampu memberi lebih. Tapi yang penting bagi saya, pekerja-pekerja kita aman, dan saya sangat optimis ekonomi kita dalam kondisi yang kuat, kondisinya bagus. Jadi apapun terjadi, kita akan kuat,” tutupnya.