JAKARTA - Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut telah menjangkau 6,1 juta penerima manfaat hingga saat ini.
Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan saat memberikan keterangan Update Mingguan Program MBG melalui kanal YouTube resmi BGN, Senin, 14 Juli.
"Total penerima manfaat yang sampai hari ini disalurkan oleh Badan Gizi Nasional, totalnya mencapai 6,1 juta dan ini melibatkan sekitar 80.000 pekerja langsung, juga sekitar 5.200 UMKM, koperasi, dan BUMDes," paparnya.
Redy menambahkan, sebanyak 1.998 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga telah beroperasional di seluruh Indonesia. Selain itu, program ini turut melibatkan 80.000 tenaga kerja langsung, serta lebih dari 5.200 pelaku UMKM, koperasi, dan BUMDes sebagai bagian dari ekosistem pelaksanaannya.
"Hari ini, Badan Gizi Nasional sudah mengoperasikan total 1.998 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Indonesia, termasuk yang ada di Jakarta Barat. Hari ini, semua SPPG beroperasi karena ini hari pertama para siswa masuk sekolah," ujarnya.
Meskipun menunjukkan capaian signifikan, Redy mengakui bahwa implementasi program dalam enam bulan terakhir masih memiliki kekurangan. Ia bilang bahwa BGN terbuka terhadap segala bentuk kritik dan masukan demi penyempurnaan program.
"Dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, kami menyadari tentu masih banyak kekurangan. Karena itu, Badan Gizi Nasional sangat terbuka terhadap kritik dan masukan," ucapnya.
BACA JUGA:
Ia juga mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif memberikan saran demi perbaikan ke depan. Sebagai wujud transparansi dan keterbukaan, BGN telah membuka saluran pengaduan resmi melalui situs bgn.lapor.go.id.
Redy menegaskan bahwa semua laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan cepat, dan menjadi dasar untuk perbaikan berkelanjutan, baik dalam pengelolaan SPPG, penentuan menu, maupun operasional unit kerja BGN secara keseluruhan.