Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan keselamatan dan layanan keperintisan di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) tetap menjadi prioritas Kementerian Perhubungan.

“Perintis masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, mengingat rute-rute tersebut secara ekonomis belum memadai,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis, 10 Juli.

Saat ini, kata Dudy, Kemenhub juga telah menyiapkan berbagai program strategis untuk mendukung aksesibilitas nasional serta menjamin pelayanan transportasi yang profesional dan berkelanjutan.

Karena itu, Dudy mengatakan untuk mengakomodasi pemenuhan fasilitas keamanan dan keselamatan transportasi serta layanan keperintisan tersebut, Kemenhub telah mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp13,25 triliun.

Dengan begitu, total pagu 2026 berubah menjadi Rp37,66 triliun atau 77,02 persen dari kebutuhan pagu sebesar Rp48,88 triliun.

“Kemudian melakukan revitalisasi pelabuhan dan bandara yang seiring waktu ada penurunan daya dukung, kami ingin tetap bisa digunakan sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan,” ucapnya.

Dudy juga menekankan pentingnya modernisasi trasnportasi agar Indonesia tidak tertinggal zaman, meski dengan keterbatasan anggaran yang harus dikelola secara tepat sasaran.

“Kami berharap kita tidak ketinggalan zaman untuk senantiasa memperbarui atau memodernisasi transportasi kita. Banyak hal yang perlu kita lakukan walaupun dengan anggaran yang efisien,” jelasnya.

Menurut Dudy, aspek krusial seperti sistem navisi wajib diperbaharui untuk menjamin keselamatan dan keamanan karena meodernisasi menjadu proritas utama dalam membangun sektor transporasi nasional yang berkelanjutan.

“Ada hal yang krusial misalnya kaitannya dengan navigasi. Hal-hal modernisasi untuk keselamatan, untuk keamanan, itu selalu menjadi prioritas kita,” kata Dudy.