Bagikan:

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membenarkan perusahaan pelat merah dilibatkan sebagai pendukung tim negosiasi Indonesia untuk meraih kesepakatan terkait tarif impor resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Adapun perwakilan perusahaan pelat merah yang ikut dalam rombongan tim negosiasi Indonesia ke AS yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yakni Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani Panjaitan.

“Iya dong (ikut ke sana). Karena dia supporting system untuk menjaga transaksi,” kata Erick di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 8 Juli.

Erick menjelaskan Garuda Indonesia dilibatkan untuk melanjutkan kesepakatan pengadaan pesawat dengan Boeing. Dia bilang Garuda telah memiliki kontrak baru dengan produsen pesawat asal AS tersebut.

“Termasuk pengadaan pesawat terbang yang memang kita masih kurang,” jelasnya.

Sementara Pertamina, sambung Erick, terkait dengan impor minyak mentah dari AS, yang selama ini hanyalah LPG.

“Tadi yang pembelian minyak, crude oil,” tutur Erick.

Erick mengatakan, tidak hanya BUMN yang diajak pemerintah mendukung negosiasi dengan pemerintah AS, tapi juga pengusaha swasta, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan sejumlah asosiasi.

“Enggak hanya dari BUMN, dari private sector kan banyak. Ada dari Indofood, ada dari FKS, terus ada dari asosiasi,” ucapnya.