BEKASI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II. Rencananya, pembangunan Sekolah Rakyat tahap II bakal dilakukan di 100 lokasi seluruh Indonesia.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan satu Sekolah Rakyat itu membutuhkan anggaran sekitar 100 miliar.
"Tahap II yang 100 lokasi itu tergantung luasannya, ya. Kalau luasannya sekitar 5,5 (hektare) kami mungkin (menggelontorkan anggaran) total sekitar Rp200-an miliar, ya, all in, termasuk mebel dan seterusnya," ujar Dody kepada wartawan usai meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 7 Juli.
Menurut Dody, pembangunan Sekolah Rakyat tahap II itu bakal mulai dilakukan September 2025.
"Nanti akan mulai kami bangun bertahap September 2025 hingga Juni 2026, sehingga Juli 2026 pada tahun-tahun ajaran baru sudah bisa dioperasionalkan penuh," kata dia.
Dia bilang, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi Kementerian PU, Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah setempat.
Dalam hal ini, pemerintah daerah berperan untuk menyediakan tanah clean and clear atau lengkap dengan perizinan yang dibutuhkan, seperti Perizinan Bangunan Gedung (PBG).
BACA JUGA:
Sementara untuk tahap 1, Kementerian PU sedang mengerjakan renovasi 100 Sekolah Rakyat dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.
"Karena hanya renovasi dan pekerjaan sedang (alasan anggaran renovasi Sekolah Rakyat lebih kecil)," jelas Dody.
Adapun Sekolah Rakyat tahap I direncanakan mulai menerima murid pada Juli 2025 ini.