JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa nilai ekspor Indonesia kumulatif hingga Mei 2025 mencapai 111,98 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan 6,98 persen jika dibandingkan dengan Mei 2024 sebesar 104,67 miliar dolar AS.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengatakan nilai ekspor minyak dan gas (migas) hingga Mei 2025 tercatat senilai 5,92 miliar dolar AS atau turun sebesar 11,26 persen jika dibandingkan dengan Mei 2024 senilai 6,67 miliar dolar AS.
Sedangkan, nilai ekspor non migas hingga Mei 2025 juga tercatat sebesar 106,06 miliar dolar AS atau naik 8,22 persen jika dibandingkan dengan Mei 2024 senilai 98 miliar dolar AS.
"Jika dilihat menurut sektor, peningkatan nilai ekspor non migas secara kumulatif, terjadi di sektor industri dan pertanian, sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non migas dalam periode Januari hingga Mei 2025 dengan andil sebesar 12,00 persen," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa, 1 Juli.
Pudji menyampaikan ekspor sektor industri pengolahan yang mengalami kenaikan cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, semikonduktor dan komponen elektronik lainnya, serta mentega lemak dan minyak kakao.
Adapun, nilai ekspor non migas sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat sebesar 2,80 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik sebesar 49,82 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,87 miliar dolar AS.
Berikutnya, nilai ekspor non migas sektor industri pengolahan tercatat sebesar 88,60 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik sebesar 16,53 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 76,03 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai ekspor non migas sektor pertambangan dan lainnya tercatat sebesar 14,66 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau turun sebesar 27,07 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 20,10 miliar dolar AS.
Selanjutnya, jika dilihat berdasarkan tujuan ekspor non migas, yaitu nilai ekspor non migas ke Tiongkok tercatat sebesar 24,25 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik sebesar 7,71 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 22,38 miliar dolar AS.
Kemudian nilai ekspor non migas ke AS tercatat sebesar 12,11 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar 10,25 miliar dolar AS.
BACA JUGA:
Selain itu, nilai ekspor non migas ke ASEAN tercatat sebesar 21,48 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 17,61 miliar dolar AS.
Berikutnya, nilai ekspor non migas ke Uni Eropa tercatat sebesar 7,76 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar 7,14 miliar dolar AS.
Kemudian, nilai ekspor non migas ke negara lainnya tercatat sebesar 33,18 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 31,77 miliar dolar AS.
Sedangkan, nilai ekspor non migas ke India tercatat sebesar 7,28 miliar dolar AS hingga Mei 2025 atau turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar 8,85 miliar dolar AS.