Bagikan:

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengukapkan bahwa spin off atau rencana pemisahan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk belum dilakukan. Dia bilang rencana tersebut masih di tahap kajian.

Terkait posisi BSI, Erick mengatakan bank syariah tersebut nantinya akan berada di bawah kelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Belum, masih proses. Kan nanti dari Danantara akan mengajukan ke kami, baru kita lihat seperti apa prospeknya ke depan,” kata Erick kepada wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Juni.

Erick menekankan posisi Kementerian BUMN saat ini adalah sebagai regulator. Karena itu, dia bilang pihaknya hanya akan menindaklanjuti setelah menerima pengajuan resmi dari Danantara.

“Iya, nanti ada kajian dari mereka. Kan sekarang posisi saya sebagai regulator,” ucapnya.

Sekadar informasi, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau dikenal dengan nama BSI merupakan hasil gabungan atau merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah.

Mengutip laman resmi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI, pemegang saham mayoritas BSI adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan persentase 51,47 persen.

Lalu, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan 23,24 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebesar 15,38 persen. Sisanya kepemilikan publik sebesar 9,91 persen.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan dengan unit usaha syariah (UUS) untuk melakukan spin off dari bank induk.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, sejatinya spin off dan merger sebaiknya dilakukan. Ia menilai, tidak bagus jika bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia.

“Tidak bagus kalau bank besar seperti BSI tanpa ada kompetitor. Karena secara competition policy kurang bagus dan kita perlu memperbaiki struktur pasar agar memiliki bank yang hari ke hari makin besar karena untuk bank itu size does matter,” ujar Dian dalam konferensi pers secara daring, Senin, 5 Agustus 2024.

Dikatakan Dian, hal ini sudah dibuktikan dengan kehadiran bank besar lainnya sehingga bank-bank tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan juga pada penguatan struktur keuangan di Indonesia.