JAKARTA - Miliarder asal Amerika Serikat, Ray Dalio dikabarkan batal menjadi penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.
Menanggapi kabar ini, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Bakrie mengaku tidak bisa mengomentari lebih lanjut karena dirinya tidak tahu alasan Ray tidak bergabung menjadi penasehat.
Kendati demikian ia menegaskan jika batal masuknya miliarder asal AS ini tidak akan memengaruhi kepercayaan akan investasi di Indonesia. Dikatakan Anin, hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan biasa terjadi.
Bagi Anindya, yang terpenting dalam struktur Danantara adalah pengurus dan bukan penasihat.
"Enggak lah! Itu biasa aja, yg paling penting danantara itu bukan penasehat tapi pengurusnya," ujar Anindya singkat saat ditemui usai menjadi pembicara dalam agenda Indonesia Maritime Week, Rabu, 28 Mei.
BACA JUGA:
Sebelumnya Ray Dalio ikut dalam pertemuan Prabowo Subianto bersama sejumlah konglomerat Indonesia di Istana Negara Jakarta, Jumat, 7 Maret.
Sejumlah saran dan nasihat diberikan Ray Dalio agar pelaksanaan Danantara berjalan dengan baik. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPI Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani kepada wartawan usai pertemuan.
Rosan hanya menjawab singkat, saat wartawan menanyakan apakah Ray Dalio sudah bergabung dengan Dewan Penasihat Danantara. "Sudah salaman," ujar Rosan singkat.