YOGYAKARTA – Dompet digital atau e-wallet (ewallet) saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu alasan mengapa ewallet disukai adalah kepraktisannya. Jika Anda adalah salah satu pengguna, penggunaan ewallet tetap harus diiringi dengan kehati-hatian. Tidak disarankan untuk menempatkan seluruh dana Anda di ewallet. Lalu berapa nominal yang aman disimpan di ewallet?
Mengukur Nominal yang Aman Disimpan di Ewallet
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, banyak hal yang perlu dipertimbangkan terutama seberapa sering Anda menggunakan dompet digital tersebut.
Perlu diketahui bahwa ewallet tetap memiliki kerentanan terhadap peretasan. Artinya pemilik dana berpotensi kehilangan uang mereka saat disimpan di dompet elektrik tersebut. Terlebih jika Anda memilih pengembang ewallet yang tidak dikelola dengan baik. Karena kondisi itulah tidak disarankan pula untuk menyimpan dana hingga ratusan juta di dalam dompet digital. Namun, Anda bisa menyimpan uang sesuai kebutuhan harian.
Sebagai contoh, Anda adalah pengguna transportasi umum yang pembayarannya dapat dilakukan lewat ewallet. Cobalah untuk menghitung dalam satu periode (bisa mingguan atau bulanan), seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membayar transportasi yang Anda gunakan. Maka besaran dana yang bisa disimpan di ewallet hanya sebatas itu. Artinya, penyimpanan dana di ewallet sebaiknya tidak lebih dari jumlah kebutuhan Anda.
BACA JUGA:
Kekurangan Ewallet
Kekurangan ewallet jadi alasan mengapa Anda tidak disarankan untuk menyimpan dana terlalu besar di platform tersebut. Beberapa kekurangan tersebut adalah sebagai berikut.
- Masalah keamanan platform
Beberapa pengembang ewallet memang sangat mengedepankan keamanan siber terhadap layanan mereka. Namun, risiko peretasan tetap ada. Bahkan, penyelewangan dari pihak pengembang pun cukup besar.
Tidak sampai situ saja, potensi kebocoran informasi pribadi juga jadi pertimbangan yang sangat besar. Pengguna dompet digital bisa jadi korban penipuan atau scam yang membahayakan.
- Potensi hilangnya akses besar
Seperti diketahui, ewallet sangat mengandalkan ponsel pintar sebagai perangkatnya. Di sisi lain, pengguna bisa kehilangan akses terhadap ponsel tersebut—bisa karena rusak, korban kriminal, dan sebagainya. Alasan ini pula yang jadi dasar mengapa penyimpanan dana besar di ewallet tidak disarankan.
Itulah informasi terkait nominal yang aman disimpan di ewallet. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.