Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie membentuk tim investigasi ihwal dugaan anggotanya ikut terlibat permintaan jatah proyek di Kota Cilegon.

Ia menilai insiden tersebut lebih bersifat oknum dan berada di level kabupaten/kota, sehingga penyelesaiannya akan dilakukan melalui sinergi Kadin daerah, provinsi dan Kadin Indonesia pusat.

"Kalau ada hal-hal seperti itu, itu lebih ke arah oknum dan itu levelnya kan kabupaten/kota," kata Anindya dilansir ANTARA, Selasa, 13 Mei.

Tim verifikasi dan etik ini bertujuan iklim investasi tetap kondusif serta menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Selain itu, lanjutnya, tim verifikasi dan etik guna merespons berbagai pertanyaan dan keluhan masyarakat terkait dinamika organisasi Kadin di wilayah Cilegon.

"Kebetulan saya juga di sini bersama Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan (WKUK Pangan) Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya yang juga dari Banten, sehingga kita juga melihat dengan seksama," ujarnya.

Kadin, menurut dia, terus fokus mendorong perdagangan dan investasi nasional dengan menjunjung tinggi kepastian hukum serta menolak segala bentuk tindakan melawan hukum dan pendekatan yang represif.

Sebagai langkah cepat, Kadin akan menggelar pertemuan dengan perwakilan Gubernur Banten, BKPM dan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi persoalan yang mencuat di wilayah Kota Cilegon.

Lebih lanjut, Anindya mengatakan, WKU Bidang Hukum dan Organisasi Kadin akan turut diterjunkan untuk menyikapi persoalan secara bijak, cepat, dan tepat sesuai nilai-nilai tata kelola organisasi yang sehat dan profesional.

Anindya mengingatkan insiden seperti itu bisa merusak kepercayaan investor, terlebih Kadin selama ini aktif melakukan promosi investasi keluar negeri demi memperkuat ekonomi nasional.

Ia menambahkan Kadin selalu bersikap pro-bisnis, pro-lapangan kerja, dan pro-pemberdayaan daerah, dengan tetap mengedepankan ketegasan dalam menjaga nama baik organisasi di tingkat nasional.

"Tapi kita juga tidak hanya ingin melihat di sosial media, kita ingin bertemu langsung. Dan memang Kadin itu besar," kata Anindya.