Bagikan:

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa akan ada dua perusahaan besar atau biasa yang disebut sebagai perusahaan mercusuar (lighthouse), yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian waktu mengenai pelaksanaan IPO oleh kedua perusahaan tersebut.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan perusahaan yang akan melakukan IPO yaitu di sektor energi dan konsumer.

"Ada dua sektor, sektornya energy satunya, satunya lagi cunsumer," ujarnya kepada awak media usai peluncuran iKISI di Gedung BEI, Kamis, 8 Mei.

Nyoman menambahkan bahwa saat ini terdapat 30 perusahaan yang sudah berada dalam pipeline untuk melakukan IPO.

Namun, untuk perusahaan BUMN, ia menyampaikan bahwa belum ada yang masuk ke dalam pipeline tersebut.

Terkait turunnya target jumlah perusahaan yang IPO pada tahun 2025, Nyoman menegaskan bahwa target tidak turun dan menekankan bahwa jika dibandingkan dengan dengan bursa saham di kawasan ASEAN dan juga di luar ASEAN pertumbuhan pasar modal Indonesia masih cukup tinggi.

"(IPO turun), nah ini gak, Nah saya bilang ya, saya tegasin Jadi ini sebentar aja ya Jadi teman-teman sekalian, kalau kita komparasi, kita komparasi ASEAN dan non-ASEAN Itu dulu ya, mana stock exchange ASEAN Mana stock exchange non-ASEAN Pertumbuhan kita lihat saat ini kan komparasinya saat ini nih kita yang paling tinggi di ASEAN, dan di non-ASEAN kita sama dengan New York Stock Exchange (NYSE),” katanya.

Untuk informasi, BEI menyampaikan hingga 2 Mei 2025 telah tercatat 13 perusahaan yang sudah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang dihimpun dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) mencapai Rp 6,94 triliun dan hingga saat ini, terdapat 30 perusahaan dalam pipeline saham BEI.

Adapun klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, ada 17 perusahaan aset skala menengah yang di pipeline pencatatan saham di BEI.

Aset skala menengah ini antara Rp50 miliar-Rp250 miliar.

Disusul 10 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar). Kemudian ada tiga perusahaan di aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar).

Berikut rincian sektornya:

1 perusahaan dari sektor basic materials

4 perusahaan dari sektor consumer siklikal

5 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal

3 perusahaan dari sektor energi

4 perusahaan dari sektor keuangan

4 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan

3 perusahaan dari sektor industri

1 perusahaan dari sektor infrastruktur

0 perusahaan dari sektor properti dan real estate

2 perusahaan dari sektor teknologi

3 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+