KALTARA – Kondisi infrastruktur Apau Kayan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), semakin mengkhawatirkan. Sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan empat kecamatan di perbatasan Indonesia-Malaysia mengalami kerusakan berat. Jalan poros menuju Kayan Hulu, Kayan Hilir, Kayan Selatan, dan Sungai Boh nyaris tak bisa dilalui.
Camat Kayan Hulu, Setim Ala, mengatakan kerusakan jalan menyebabkan suplai bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok dari Indonesia tersendat. Warga terpaksa membeli kebutuhan harian dari Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
“Dulu hanya butuh satu hingga dua hari perjalanan ke Long Bagun. Sekarang bisa satu bulan baru tembus karena jalan sangat rusak,” ujar Setim, Minggu, 20 April.
Menurutnya, kondisi ini membuat masyarakat semakin bergantung pada pasokan dari Malaysia, ironi di tengah upaya pemerintah membangun ketahanan wilayah perbatasan.
“Karena akses jalan yang buruk, warga jadi bergantung pada Malaysia untuk memenuhi kebutuhan pokok,” tambahnya.
Namun jalan menuju perbatasan Malaysia melalui Tapak Mega juga rusak berat. Padahal jalur ini merupakan akses penting menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang dan pos penjagaan TNI di perbatasan.
BACA JUGA:
“PLBN Long Nawang berdiri megah, tapi jalan menuju ke sana rusak parah,” kata Setim.
Hal senada diungkapkan warga Desa Long Nawang, Robert. Ia menyebut lebih dari sepuluh titik kerusakan parah di jalan poros dari Long Ampung ke Sungai Boh dan Long Bagun.
“Jembatan rusak juga mengancam konektivitas wilayah. Di kilometer 122, 136, hingga 147 arah Long Bagun ke Sungai Boh, dan di kilometer 11 sampai 14 arah sebaliknya, semuanya rusak berat,” jelas Robert.
Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk memperbaiki kondisi infrastruktur Apau Kayan yang sudah bertahun-tahun terbengkalai.