JAKARTA - Kementerian Perhubungan resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran 2025.
Posko ini bertujuan agar koordinasi lintas sektoral dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 berjalan dengan baik.
Pembukaan posko ini dilakukan di kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 21 Maret. Posko akan beroperasi selama 24 jam selama periode mulai 21 Maret sampai dengan 11 April.
Selain Kementerian Perhubungan, instansi lain yang mengisi posko terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pariwisata, Korlantas Polri, Basarnas, BMKG, KNKT, PT Jasa Marga (Persero), Astra Infra Toll Nusantara, PT Jasa Raharja (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT KCIC, PT PELNI (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia, Perum LPPNPI/AirNav, Senkom Mitra Polri, RAPI dan ORARI.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Posko Angkutan Lebaran ini akan menjadi pusat komando dan koordinasi dalam memantau dan mengendalikan arus mudik.
Lebih lanjut, Dudy bilang, pemerintah bekerja 24 jam untuk memastikan semua moda transportasi beroperasi optimal.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, cuaca, dan informasi penting lainnya juga tersedia melalui berbagai saluran komunikasi.
“Hari ini, kita berkumpul untuk menandai dimulainya operasional Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025 yang akan berlangsung selama 22 Hari, mulai dari 21 Maret sampai dengan 11 April 2025,” kata Dudy dikutip dari YouTube Kementerian Perhubungan, Jumat, 21 Maret.
Dudy mengatakan pembukaan posko ini merupakan momen penting dalam upaya memastikan perjalanan mudik yang aman, nyaman, lancar, dan selamat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Dudy mengungkapkan, tantangan besar yang dihadapi tiap tahunnya dalam penyelanggaran Angkutan Lebaran adalah memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan pada periode Lebaran, di tengah tingginya pergerakan masyarakat.
“Pemerintah pun telah menyiapkan dengan baik sarana maupun prasarana transportasi yang memadai untuk mendukung kelancaran arus mudik,” katanya.
Dudy mengatakan pihaknya juga telah melakukan ramp-check untuk memastikan semua armada dalam kondisi laik jalan dan aman untuk dioperasikan. Sebanyak 30.451 unit bus, 772 kapal laut, 404 unit pesawat, dan 2.550 unit kereta api siap digunakan.
Selain itu, kata Dudy, Kementerian Perhubungan juga telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait, mulai dari lintas Kementerian dan Lembaga, TNI-Polri, Pemerintah Daerah, hingga pelaku usaha transportasi, untuk memastikan semua aspek perjalanan mudik berjalan dengan baik.
BACA JUGA:
Dudy berharap seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, memperhatikan setiap detail persiapan perjalanan, senantiasa menggunakan informasi yang akurat melalui berbagai informasi resmi pemerintah, dan saling bekerja sama, berkoordinasi, serta berkolaborasi dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan lancar.
“Semoga segala upaya kita memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan membawa keselamatan serta kelancaran bagi pemudik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan Angkutan Lebaran 2025 ini,” tutur Dudy.