Bagikan:

JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa layanan aplikasi pintar sempat mengalami kendala teknis lantaran saat ini, aplikasi tersebut sedang melayani permintaan akses yang tinggi, sehingga bagi pengguna yang belum mendapatkan akses diharapkan untuk bersabar atau mencoba kembali.

"Aplikasi pintar sedang melayani permintaan akses yang tinggi, sehingga mereka yang mengakses diharapkan dapat menunggu atau mencoba kembali kalau belum mendapat akses. Terimakasih dan mohon maaf atas ketidaknyamananya," jelasnya kepada VOI, Minggu, 16 Maret.

Dalam akun resmi instagram BI, dijelaskan bahwa saat ini aplikasi layanan penukaran uang rupiah (Pintar) sedang mengalami kendala teknis akibat tingginya akses dan sedang dilakukan penanganan untuk pemulihan.

Sebelumnya, Denny menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, BI telah melakukan berbagai perbaikan terhadap situs layanan penukaran uang rupiah yaitu di laman pintar.bi.go.id.

Denny berharap sehingga pada periode berikutnya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui layanan penukaran uang rupiah pada hari Sabtu dan Minggu berikutnya dengan baik dan lancar.

"BI sudah melakukan berbagai macam perbaikan dan kita berharap di periode berikutnya nanti, hari Minggu, hari Sabtu, hari Minggu, pendaftaran melalui Pintar itu bisa dilakukan dengan lebih baik, lancar, dan tentunya juga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk para penukar, mudah-mudahan," ujarnya Jumat, 14 Maret.

Selain itu, Bank Indonesia telah menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri.\

Selain ULE, masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan transaksi pembayaran digital melalui mobile dan internet banking, serta QRIS untuk berbagai kebutuhan pembayaran.

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono menyampaikan, BI senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) setiap tahunnya.

Pada tahun ini, Doni menyampaikan layanan penukaran uang Rupiah mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR), termasuk untuk akses layanan penukaran di loket perbankan

Oleh sebab itu, Doni menyampaikan penggunaan aplikasi PINTAR diharapkan dapat meningkatkan kepastian layanan dan mengurangi antrian/kepadatan di lokasi penukaran untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat.

"Pengunaan aplikasi PINTAR juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dengan distribusi yang lebih merata dan langsung kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangannya, Senin, 3 Maret.