Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) membahas peluang kerja sama strategis dalam mendukung pelaksanaan agenda pembangunan nasional dalam lima tahun ke depan.

Salah satunya ada pembangunan layanan irigasi dengan pinjaman dana sebesar 250 juta dolar AS atau setara Rp4,10 triliun (asumsi kurs Rp16.409).

Adapun proyek tersebut ialah Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak (SIMURP) yang kini sedang berlangsung. Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan Menteri PU Dody Hanggodo dan Presiden AIIB Jin Liqun di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Senin, 10 Maret.

"Proyek senilai 250 juta dolar AS ini bertujuan meningkatkan layanan irigasi melalui rehabilitasi, revitalisasi dan modernisasi sumber daya air serta sistem irigasi," ujar Dody dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu, 12 Maret.

Dody bilang, proyek SIMURP juga mencakup penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas manajemen operasional maupun pemeliharaan infrastruktur irigasi.

Keterlibatan AIIB sebagai salah satu Multilateral Development Bank (MDB) dalam proyek-proyek prioritas pemerintah diharapkan berjalan atas dasar keuntungan bersama atau mutual benefit dan tanggung jawab bersama (mutual responsibility).

"Pendekatan ini diyakini dapat mengoptimalkan efektivitas serta efisiensi pemanfaatan pinjaman luar negeri yang disalurkan untuk proyek-proyek infrastruktur strategis," ucap dia.

Dia pun menyampaikan apresiasinya kepada AIIB atas kemitraan yang telah lama terjalin dan memberikan dampak positif bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Lebih lanjut, Dody berharap, kerja sama tersebut dapat terus berkembang dan diperluas ke berbagai wilayah Indonesia, khususnya ke wilayah dengan tingkat risiko bencana tinggi.

Hal itu diperlukan agar Indonesia memiliki kesiapan pendanaan lebih baik dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana alam. Sehingga, respons pemerintah dalam melakukan mitigasi maupun pemulihan pascabencana bisa lebih cepat dan efektif.

Kerja sama antara Kementerian PU dan AIIB sebelumnya juga telah berhasil menuntaskan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada periode 2017-2023. Program tersebut berjalan dengan total investasi mencapai 207 juta dolar AS.

"Program ini berhasil meningkatkan kualitas permukiman perkotaan, khususnya di daerah-daerah kumuh melalui pembangunan infrastruktur dasar serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan," pungkas Dody.