Bagikan:

JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan, UMKM yang terlibat dalam Program 3 Juta Rumah sudah terkurasi secara kualitas manajemen dan kompetensi teknis.

Maman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memastikan UMKM terlibat tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam pembangunan rumah.

"Kami memastikan UMKM-UMKM yang terlibat nanti dalam program pembangunan 3 juta rumah tersebut memiliki kualifikasi, kualitas manajemen keuangan, operasi dan teknisnya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Kementerian Perumahan," kata Maman saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin, 3 Maret.

Dalam proses kurasi, Maman bilang, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian PKP dalam menentukan pelaku UMKM yang bisa terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

Menurut Maman, pelaku UMKM sudah lama terlibat dalam pembangunan. Akan tetapi, katanya, kali ini pelaku tersebut akan lebih diawasi dan dipantau, khususnya UMKM yang perlu mendapat dukungan finansial.

"Di Kementerian Perumahan Rakyat memang keterlibatan UMKM itu, kan, sudah berjalan, sudah ada. Nanti, kami sambil monitoring mana-mana yang kira-kira UMKM perlu dapat support. Misalnya masalah pembiayaan, isu masalah kualitas manajemen dan lain sebagainya," ucapnya.

Sekadar informasi, Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki Program Pembangunan 3 Juta unit rumah per tahun untuk mengatasi kekurangan pasokan rumah di Indonesia. Rinciannya, program itu menargetkan pembangunan dua juta unit rumah di perdesaan dan satu juta unit rumah di perkotaan.

Oleh karena itu, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) berharap, pengembang-pengembang swasta lain juga bisa mendukung program besutan Presiden Prabowo itu. Ara meyakini, program tersebut bakal berjalan dengan kerja sama berbagai pihak.