Bagikan:

JAKARTA - Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menyampaikan pergerakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 3 Maret.

Ariston menyampaikan pagi ini terlihat pergerakan nilai tukar emerging market terhadap dolar AS cukup positif, rata-rata menguat.

"Indeks saham Asia pun terlihat menguat," ujarnya kepada VOI, Senin, 3 Maret.

Ariston menyampaikan di tengah ancaman penerapan kenaikan tarif dari Presiden Trump untuk Meksiko, Kanada dan China, pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko pagi ini.

Menurutnya, bisa saja ini sebagai aksi buy on dip karena harga telah tertekan cukup dalam.

Meski demikian, Ariston menyampaikan karena sentimen Trump masih berlangsung dan niat Trump untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi belum redup.

"Sentimen ini bakal terus memberikan tekanan ke aset berisiko ke depannya," ucapnya.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada Senin, 3 Maret, berpotensi menguat terbatas terhadap dolar AS ke arah level Rp16.500 per dolar AS dengan potensi resistens di level Rp16.600 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar Rupiah hari Jumat, 28 Februari 2025, Kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,86 persen di level Rp16.596 per dolar AS. Sementara, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,87 persen ke level harga Rp16.575 per dolar AS.