Bagikan:

JAKARTA - PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menggelar talk show bertajuk “Menuju KEK Industropolis Batang: Tingkatkan Lapangan Kerja, Wujudkan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia”. Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan, termasuk tenant KITB, untuk menegaskan urgensi percepatan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) KITB demi mendukung pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini antara lain Cahyo Prasetiadi, Kabag Pengawasan dan Pengendalian, Administrator KEK Kendal; Ferry Mudjan, Senior Finance Specialist, PT SEG Solar Manufacturing Indonesia; Agnes Galih, HRGA Manager, PT Allmed Medical Product; serta Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang. Mereka menyampaikan perspektif strategis terkait manfaat KEK bagi tenant, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen Tenant: KEK sebagai Akselerator Pertumbuhan Industri

Tenant KITB dengan tegas menyuarakan harapan agar status KEK dapat segera terealisasi. Joanna Tsai, Sales Manager & E-XIM PT Yih Quan Footwear Indonesia, menekankan bahwa perusahaannya telah merasakan manfaat menjadi kawasan berikat dan siap mendukung penuh KITB menjadi KEK.

“Kami melihat potensi besar KITB sebagai pusat manufaktur strategis. Dengan status KEK, efisiensi operasional akan meningkat, memberikan daya saing lebih kuat bagi industri di sini,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis 13 Februari.

Taufiq Riza Sutrisna, HR Manager PT Sampoerna Kayoe, menambahkan bahwa percepatan KEK akan membawa dampak positif pada penciptaan lapangan kerja serta menarik lebih banyak tenaga kerja berkualitas.

“Kami membutuhkan lingkungan industri yang lebih kompetitif. KEK akan membuka peluang lebih besar bagi pekerja lokal untuk berkembang bersama industri,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ferry Mudjan, Senior Finance Specialist PT SEG Solar Manufacturing Indonesia, yang menyoroti bahwa kebijakan fiskal dan insentif dalam KEK akan memberikan kepastian investasi yang lebih baik.

“Status KEK akan mempercepat arus investasi dan mendukung rencana ekspansi kami di Indonesia,” katanya.

Agnes Galih, HRGA Manager PT Allmed Medical Product, menegaskan bahwa KEK bukan hanya tentang insentif bagi perusahaan, tetapi juga kesejahteraan tenaga kerja.

“Dampak dari KEK akan sangat luas, termasuk peningkatan keterampilan tenaga kerja dan pengembangan ekosistem industri yang lebih kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, menegaskan kesiapan KITB untuk bertransformasi menjadi KEK.

“Kami telah memenuhi berbagai persyaratan untuk menjadi KEK dan siap berkolaborasi dengan pemerintah guna mewujudkan target nasional dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Percepatan KEK KITB: Momentum Emas bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

KITB telah melalui seluruh proses pengajuan status KEK dan kini hanya menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai tahap akhir dari proses ini. KITB telah menjadi pusat investasi strategis bagi berbagai industri global.

Dengan percepatan status KEK, kawasan ini akan menjadi magnet bagi investasi bernilai tinggi yang berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing industri nasional. Para tenant KITB berharap pemerintah segera merealisasikan Peraturan Pemerintah (PP) terkait KEK KITB untuk mengakselerasi pertumbuhan industri, memperluas lapangan kerja, serta mengoptimalkan dampak ekonomi bagi Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan ekosistem industri berdaya saing global serta mendukung Asta Cita Pemerintah dalam melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Dengan antusiasme tenant dan dukungan pemerintah, KITB siap menjadi KEK yang akan membawa Indonesia ke peta industri global yang lebih kompetitif.