JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengklaim, produksi beras pada Februari-Maret tahun ini bakal mengalami kenaikan hingga 50 persen.
Kemudian, komoditas lain seperti jagung juga meningkat.
Optimisme ini muncul lantaran pemerintah akan menerbitkan beberapa Peraturan Presiden (Perpres) yang sangat penting. Sehingga, percepatan target swasembada pangan bisa tercapai.
"Inpres irigasi sudah ditandatangani Presiden (Prabowo Subianto), perpres neraca komoditas selesai, perpres pupuk selesai, perpres penyuluhan selesai. Empat penunjang pokok agar bisa swasembada pangan selesai. Jadi, tidak ada alasan lagi kami nggak bisa menjalankan swasembada secepat-cepatnya," kata Zulhas di Graha Mandiri, Jakarta, Jumat, 31 Januari.
Zulhas bilang, Bulog tidak boleh membeli gabah lebih rendah dari yang sudah ditentukan oleh pemerintah, yakni Rp6.500 per kg, sedangkan harga acuan pembelian (HAP) jagung sebesar Rp5.500.
Zulhas juga mengklaim, kondisi keuangan Bulog masih dalam keadaan stabil karena bakal mendapat tambahan dari APBN.
"Bulog keuangannya nggak masalah, ada Rp23 triliun ready sekarang. Sudah disepakati Rp16,6 triliun dari Menteri Keuangan (Sri Mulyani), jadi ada Rp39 triliun untuk membeli beras 3 juta ton sepanjang Februari-April (2025) maupun puncak panen raya," ucap Zulhas.
"Tidak ada alasan Bulog tidak bisa membeli dengan harga lebih murah dari yang sudah ditentukan pemerintah," sambungnya.
Menurut Zulhas, ini merupakan pekerjaan besar bagi Bulog sehingga tidak bisa bekerja sendiri.
BACA JUGA:
Dia menuturkan, perlu dukungan semua pihak, yakni mulai dari menteri dalam negeri, gubernur, wali kota hingga kepala desa untuk mengawasi dan membantu Bulog menyerap dengan harga yang ditentukan.
"Karena sawah ini, kan, sampai ke desa perlu dukungan, perlu kami awasi bersama. Kami bantu bersama-sama Bulog untuk menyerap gabah itu dengan harga yang sudah ditentukan," ungkap Zulhas.
"Kalau melanggar harga nanti akan (ada) langkah-langkah lebih lanjut, harga enggak boleh ditawar-tawar," imbuhnya.