Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penurunan tingkat kemiskinan yang mencapai level terendah didorong sejumlah langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kelas menengah.

"Ya, pertama kan kemarin memang ada program untuk penurunan kemiskinan. Nah, memang indeks kesenjangan ini yang harus kita dongkrak. Makanya arahan Bapak Presiden kita harus mendongkrak kelas menengah," ujar Airlangga kepada awak media, Jumat, 17 Januari.

Airlangga menyampaikan penguatan kelas menengah menjadi fokus utama pemerintah salah satunya melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pekerja formal.

Menurut Airlangga salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah yaitu kebijakan pajak penghasilan (PPh) yang ditanggung pemerintah bagi karyawan dengan pendapatan hingga Rp10 juta per bulan.

"Antara lain kelas menengah itu kan di UMKM dan pekerja karyawan atau karyawati. Sehingga itu yang kita dorong, makanya salah satu paket yang kita kirimkan di tahun ini yang gaji sampai Rp 10 juta itu PPH-nya ditanggung pemerintah. Sehingga itu akan mendorong daya beli," ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan di Indonesia pada September 2024 mencapai angka 8,57 persen dari total populasi masyarakat Indonesia. Angka ini terendah sepanjang sejarah sejak BPS mengumumkan data kemiskinan pada tahun 1960.

BPS mencatat, persentase penduduk miskin pada September 2024 menurun sebesar 0,46 persen poin dibandingkan Maret 2024 yang berada di angka 9,03 persen. Sementara jika dibandingkan pada Maret 2023 persentase tersebut turun lebih tajam sebesar 0,79 persen poin.