PDIP Mungkin Duetkan Prabowo-Puan di Pilpres, Ganjar Berpotensi 'Diangkut' Partai Lain Jadi Capres
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) merilis jajak pendapat mengenai pilihan calon presiden masyarakat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. 

Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menyebut, saat ini tokoh yang bukan petinggi partai namun mendapat elektabilitas paling tinggi adalah Ganjar Pranowo. Namun, elite partai menunjukan bahwa sementara ini Ganjar belum atau tidak akan dicalonkan PDIP meski menjadi kader. 

"PDI Perjuangan kemungkinan akan mencalonkan Prabowo berpasangan dengan Puan Maharani," kata Saidiman dalam diskusi virtual bertajuk “Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Dua Tahun pasca Pemilu 2019”, Minggu, 13 Juni.

Lalu, jika tidak diusung PDIP, ternyata peluang Ganjar maju dalam Pilpres 2024 masih ada dengan didukung partai lain.

Dengan mengabaikan pemilih PDIP, dan dalam posisi pemilih tahu Ganjar, Prabowo, dan Anies, dalam simulasi 3 nama, Ganjar mendapat suara 35,3 persen, Prabowo 30,8 persen, dan Anies 25,5 persen.

Sementara, responden yang paling banyak mendukung Ganjar nyapres adalah pendukung PKB dengan proporsi 68 persen dari semua pendukung PKB, lalu Demokrat 40 persen. Ganjar juga mendapat suara cukup baik dari pemilih Golkar 36 persen, dan 27 persen pendukung Nasdem.

"Ganjar dapat menarik pemilih dari partai lain terutama PKB, Demokrat, partai non parlemen, pemilih yang belum memilih partai, dan menarik cukup besar dari Golkar dan Nasdem," ujar dia.

Selain itu, Ganjar dibanding Prabowo dan Anies lebih mewakili pemilih yang positif dalam menilai kinerja Jokowi lepas dari sikap positif pemilih PDIP terhadap Jokowi karena yang menilai positif kinerja Jokowi juga datang dari pemilih partai-partai lain.

"Ganjar masih unggul tanpa PDIP karena mampu menarik pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi di luar PDIP yang jumlahnya sangat besar," ungkap Saidiman.

Diketahui, survei ini dilakukan pada periode 21-28 Mei 2021. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka kepada 1.220 responden yang dipilih secara acak. Adapun margin of error survei ini diperkirakan sekitar 3,05 persen dan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen.