JAKARTA - China kembali menyerukan Amerika Serikat dan Iran menghentikan pertempuran dan kembali berdialog.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jian, Kamis, 11 Juni, mengatakan Beijing "sangat" prihatin dengan situasi tersebut.
Jian mengingatkankonflik militer hanya akan "memperburuk situasi" dan melanjutkan aksi militer tidak akan menyelesaikan masalah mendasar apa pun.
"Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara di kawasan harus dihormati dan dilindungi," kata Lin dilansir ANTARA dari Anadolu.
Dia punmendesak pihak-pihak terkait untuk menghentikan aksi militer, melanjutkan dialog dan negosiasi, menanggapi upaya mediasi negara-negara terkait, serta mencapai gencatan senjata sesegera mungkin.
BACA JUGA:
Lin mengatakanChina telah menjalin kontak dengan pihak-pihak terkait, termasuk Iran, sejak pecahnya konflik. China pun telah berupaya untuk mempromosikan pembicaraan perdamaian.
Selama dua pekan terakhir, AS dan Iransaling menyerang secara berkala seiring meningkatnya ketegangan di seluruh kawasan.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menyerang 18 target militer utama milik Amerikadi Teluk sebagai tanggapan atas serangan rudal Amerika.
Serangan AStersebut menargetkan lokasi rekreasi, areaindustri, dan daerah dekat Karaj dan Nazarabad di sebelah barat Teheran, serta pangkalan IRGC di Kabupaten Pishva.