JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada Hari Rabu mendukung resolusi yang dipimpin oleh Partai Demokrat yang bertujuan untuk menghentikan perang Iran sampai tindakan militer disetujui oleh Kongres, yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Kongres, bahkan di antara politisi Partai Republik pendukung Presiden Donald Trump, atas perang tersebut.
DPR memberikan suara 215 berbanding 208, dengan empat anggota Partai Republik memberikan suara bersama Partai Demokrat untuk mendukung resolusi kekuasaan perang, melansir Al Arabiya dari Reuters (4/6).
Ini adalah kemunduran terbaru bagi Presiden Trump di Kongres AS, meskipun partainya memiliki mayoritas tipis di kedua kamar.
Pemungutan suara ini sebagian besar bersifat simbolis. Resolusi apa pun juga harus disahkan oleh Senat agar efektif, dan mendapatkan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengatasi veto Presiden Trump yang hampir pasti.
Namun, ini terjadi setelah tiga resolusi kewenangan perang sebelumnya gagal di DPR dengan selisih suara yang semakin tipis.
Dan, Senat mengesahkan resolusi terpisah, tetapi serupa, bulan lalu dalam pemungutan suara prosedural, setelah tujuh upaya sebelumnya gagal.
Diketahui, AS bersama Israel melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota lainnya pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior dan ribuan warga sipil.
BACA JUGA:
Iran membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan infrastruktur terkait AS di negara-negara tetangga di Timur Tengah.
Negeri Para Mullah kemudian memperketat kontrol di Selat Hormuz yang dilalui seperlima lalu lintas minyak dan gas global, serta pasokan penting lainnya.
Gencatan senjata dengan perantara Pakistan yang disepakati pada 8 April yang kemudian diperpanjang, meredakan ketegangan meski masih ada saling serang, serta membuka jalan untuk negosiasi.